Scroll untuk baca artikel
InternetTekno

Memicu Gelombang Kejahatan Siber: Kaspersky Menyibak Rahasia Pemanfaatan AI oleh Penjahat Siber

164
×

Memicu Gelombang Kejahatan Siber: Kaspersky Menyibak Rahasia Pemanfaatan AI oleh Penjahat Siber

Sebarkan artikel ini
Pakar: Waspada Kecerdasan Buatan Dimanfaatkan Penjahat

Halosenja.com – Melakukan Serangan Cyber

Kaspersky, perusahaan keamanan siber terkemuka, baru-baru ini mengungkapkan cara penjahat siber memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk melakukan serangan cyber yang lebih canggih dan berbahaya. Dalam laporan terbarunya, Kaspersky menyoroti beberapa teknik yang digunakan oleh penjahat siber untuk menyusup ke sistem komputer dan mencuri data berharga.

Salah satu cara yang paling umum digunakan oleh penjahat siber adalah menggunakan AI untuk mempelajari pola lalu lintas jaringan yang normal. Dengan menganalisis data lalu lintas secara real-time, AI dapat mengidentifikasi perbedaan yang mencurigakan atau perilaku yang tidak biasa. Setelah menemukan celah keamanan, penjahat siber dapat dengan mudah menyusup ke jaringan dan mencuri data sensitif.

Selain itu, penjahat siber juga menggunakan AI untuk menghindari deteksi oleh sistem keamanan yang ada. Mereka dapat membuat malware yang cerdas dan dapat beradaptasi dengan cepat dengan lingkungan yang berubah. Dengan menggunakan AI, malware dapat mempelajari bagaimana sistem keamanan bekerja dan mencari cara untuk menghindari deteksi.

Teknik lain yang digunakan oleh penjahat siber adalah deepfake, yaitu manipulasi video atau audio menggunakan AI. Dengan deepfake, penjahat siber dapat menciptakan rekaman palsu yang tampak atau terdengar seperti orang asli. Mereka dapat menggunakan rekaman ini untuk melakukan serangan phishing atau mengelabui korban mereka.

Salah satu contoh serangan yang menggunakan deepfake adalah serangan spear phishing. Dalam serangan ini, penjahat siber menciptakan video palsu dari seseorang yang dikenal oleh korban, seperti atasan atau kolega. Dalam video tersebut, penjahat siber dapat meminta korban untuk mengungkapkan informasi rahasia atau melakukan tindakan yang merugikan.

Selain itu, penjahat siber juga menggunakan AI untuk meningkatkan serangan ransomware. Dengan menggunakan AI, penjahat siber dapat mengidentifikasi target yang paling rentan dan menyusup ke sistem mereka dengan lebih efisien. Mereka juga dapat menggunakan AI untuk mengenkripsi data dengan lebih cepat dan menerapkan strategi yang lebih cerdas untuk mendapatkan uang tebusan.

Meskipun penjahat siber menggunakan AI untuk melakukan serangan yang lebih canggih, Kaspersky juga mengembangkan teknologi keamanan yang didukung oleh AI untuk melawan ancaman tersebut. Mereka menggunakan AI untuk mendeteksi dan menganalisis serangan yang mencurigakan, sehingga dapat mengambil tindakan yang cepat untuk melindungi sistem dari serangan yang lebih serius.

Kaspersky juga bekerja sama dengan pihak berwenang dan perusahaan teknologi lainnya untuk melawan penjahat siber. Mereka berbagi informasi dan pengalaman untuk mengembangkan solusi keamanan yang lebih baik dan melindungi pengguna dari serangan cyber yang semakin cerdas.

Dengan semakin berkembangnya teknologi kecerdasan buatan, penjahat siber juga semakin cerdas dalam melakukan serangan cyber. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk meningkatkan kesadaran tentang keamanan siber dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi data kita dari ancaman yang semakin canggih ini.