Scroll untuk baca artikel
MobilOtomotif

Terbongkarnya Rahasia TKDN Hyundai Kona Electric oleh Luhut Binsar Pandjaitan

14
×

Terbongkarnya Rahasia TKDN Hyundai Kona Electric oleh Luhut Binsar Pandjaitan

Sebarkan artikel ini
Kiamat Pabrik Tekstil Lokal Makin Nyata, Luhut Sebut Raksasa

Halosenja.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan bahwa Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dari mobil listrik Hyundai Kona Electric berhasil tembus 80 persen. Hal ini merupakan hasil dari kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan Hyundai Motor Company.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Luhut Pandjaitan dalam acara peluncuran Hyundai Kona Electric di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Luhut juga menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong percepatan pengembangan mobil listrik di Indonesia.

“Ini merupakan kerja sama yang sangat positif antara pemerintah dan Hyundai. Dengan TKDN mencapai 80 persen, ini menunjukkan keseriusan kita dalam mengembangkan industri mobil listrik di Indonesia,” ujar Luhut.

Hyundai Kona Electric sendiri adalah mobil listrik yang menjadi salah satu kendaraan ramah lingkungan yang digadang-gadang akan menjadi pilihan utama bagi masyarakat di masa depan. Dengan desain yang modern dan fitur-fitur canggih, mobil ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam mengurangi emisi gas rumah kaca yang menjadi penyebab utama perubahan iklim global.

Selain itu, Hyundai Kona Electric juga memiliki performa yang tidak kalah dengan mobil konvensional. Ditenagai oleh motor listrik yang memiliki torsi besar, mobil ini mampu melaju dengan gesit dan responsif. Selain itu, jangkauan baterai mobil ini juga cukup baik, sehingga pengguna tidak perlu khawatir kehabisan daya saat berkendara.

Dengan TKDN yang mencapai 80 persen, hal ini menunjukkan bahwa pemerintah dan Hyundai serius dalam mengembangkan industri mobil listrik di Indonesia. Dengan meningkatnya TKDN, akan turut mendorong pertumbuhan industri otomotif dalam negeri serta menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Selain itu, pencapaian TKDN sebesar 80 persen ini juga menjadi prestasi tersendiri bagi Indonesia. Pasalnya, tidak banyak negara yang mampu mencapai tingkat TKDN sebesar itu dalam industri otomotif, khususnya dalam pengembangan mobil listrik.

Meskipun demikian, tantangan yang dihadapi dalam pengembangan mobil listrik di Indonesia masih cukup besar. Salah satu tantangan utama adalah infrastruktur pengisian daya yang masih minim. Untuk itu, pemerintah perlu bekerja sama dengan sektor swasta untuk memperluas jaringan pengisian daya mobil listrik di seluruh Indonesia.

Selain itu, harga mobil listrik yang masih cukup mahal juga menjadi hambatan bagi masyarakat Indonesia untuk beralih ke mobil listrik. Oleh karena itu, pemerintah perlu memberikan insentif dan fasilitas yang memudahkan masyarakat untuk memiliki mobil listrik.

Kondisi tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan mengurangi emisi gas rumah kaca yang menjadi penyebab utama perubahan iklim global. Dengan mengembangkan industri mobil listrik, diharapkan Indonesia dapat menjadi salah satu negara yang turut berkontribusi dalam upaya mitigasi perubahan iklim.

Dengan demikian, pencapaian TKDN sebesar 80 persen pada Hyundai Kona Electric menjadi langkah awal yang baik dalam mengembangkan industri mobil listrik di Indonesia. Dengan kerja sama yang kuat antara pemerintah dan Hyundai, diharapkan mobil listrik akan menjadi pilihan utama bagi masyarakat Indonesia di masa depan.