Scroll untuk baca artikel
MobilOtomotif

Pindad Maung Kelak Berotot dengan Mesin Buatan Indonesia: Menyingkap Persentase Kedigdayaan Teknologi Lokal

121
×

Pindad Maung Kelak Berotot dengan Mesin Buatan Indonesia: Menyingkap Persentase Kedigdayaan Teknologi Lokal

Sebarkan artikel ini
Pindad Maung Kelak akan Pakai Mesin Buatan RI, Berapa Persen

Halosenja.com – Pindad Maung Kelak akan Pakai Mesin Buatan RI, Berapa Persen

Pindad, perusahaan manufaktur pertahanan Indonesia, akan menggunakan mesin buatan dalam negeri untuk kendaraan tempur terbarunya, Maung Kelak. Ini adalah langkah besar bagi industri pertahanan Indonesia yang selama ini mengandalkan mesin impor.

Maung Kelak, kendaraan tempur beroda empat, sedang dikembangkan oleh Pindad sebagai salah satu proyek strategis dalam upaya meningkatkan pertahanan negara. Dalam pengembangannya, Pindad berkomitmen untuk menggunakan mesin buatan dalam negeri yang dikembangkan oleh anak perusahaan BUMN PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

Mesin buatan dalam negeri ini memiliki performa yang setara dengan mesin impor yang biasa digunakan dalam kendaraan tempur. Dalam uji coba yang dilakukan, mesin buatan Indonesia menunjukkan kemampuan yang memuaskan dan siap digunakan dalam Maung Kelak.

Keputusan Pindad untuk menggunakan mesin buatan dalam negeri ini merupakan langkah strategis dalam rangka mengurangi ketergantungan terhadap impor dan meningkatkan kemandirian industri pertahanan Indonesia. Selama ini, mesin-mesin yang digunakan dalam kendaraan tempur Pindad didatangkan dari luar negeri, yang tentunya memakan biaya yang cukup besar.

Dengan menggunakan mesin buatan dalam negeri, Pindad dapat mengurangi biaya produksi dan meningkatkan daya saing produknya di pasar internasional. Selain itu, ini juga merupakan langkah positif dalam mendukung program pemerintah untuk mendorong pertumbuhan industri manufaktur dalam negeri.

Namun, masih terdapat pertanyaan mengenai persentase penggunaan mesin buatan dalam negeri dalam Maung Kelak. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai berapa persen mesin yang akan digunakan dalam kendaraan tempur ini merupakan produk dalam negeri.

Pindad dan PTDI masih dalam proses pengembangan Maung Kelak, sehingga informasi mengenai persentase penggunaan mesin buatan dalam negeri mungkin masih belum diumumkan. Namun, diharapkan bahwa persentase penggunaan mesin buatan dalam negeri ini akan sebanyak mungkin, sebagai langkah konkret dalam mendukung industri manufaktur nasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam pengembangan industri pertahanan. Pemerintah telah memberikan dukungan yang kuat untuk meningkatkan kemandirian industri pertahanan dengan mengembangkan teknologi dan produk-produk dalam negeri.

Keputusan Pindad untuk menggunakan mesin buatan dalam negeri dalam Maung Kelak adalah contoh konkret dari upaya ini. Dalam jangka panjang, diharapkan bahwa industri pertahanan Indonesia akan semakin mandiri dan mampu memproduksi peralatan-peralatan pertahanan yang berkualitas dan kompetitif.

Meskipun masih belum ada informasi resmi mengenai persentase penggunaan mesin buatan dalam negeri dalam Maung Kelak, langkah ini sudah merupakan progres yang positif dalam upaya mencapai kemandirian industri pertahanan. Semoga langkah ini dapat menjadi contoh bagi perusahaan lainnya untuk mengembangkan produk-produk dalam negeri yang berkualitas dan kompetitif.