Scroll untuk baca artikel
MobilOtomotif

Runtuhan Harga BBM: Pertamina, Shell, dan Vivo Kompak Menawarkan Penurunan Tak Terduga

157
×

Runtuhan Harga BBM: Pertamina, Shell, dan Vivo Kompak Menawarkan Penurunan Tak Terduga

Sebarkan artikel ini
Harga BBM Pertamina, Shell, dan Vivo Kompak Turun Per

Halosenja.com – Harga BBM Pertamina, Shell, dan Vivo Kompak Turun Per 1 November

Jakarta – Kabar gembira bagi para pengendara di Indonesia, karena harga bahan bakar minyak (BBM) dari tiga perusahaan besar yaitu Pertamina, Shell, dan Vivo, turun secara kompak mulai tanggal 1 November ini. Penurunan harga BBM tersebut diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran masyarakat dalam mengisi bahan bakar kendaraan mereka.

Pertamina, perusahaan migas milik negara, telah mengumumkan penurunan harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo, dan Dex Series sebesar Rp 200 per liter. Dengan penurunan ini, harga Pertamax di beberapa wilayah di Indonesia menjadi Rp 10.500 per liter, Pertamax Turbo Rp 11.900 per liter, dan Dex Series Rp 11.000 per liter. Penurunan harga ini merupakan respon dari Pertamina terhadap turunnya harga minyak mentah dunia.

Tidak hanya Pertamina, Shell juga ikut menurunkan harga BBM jenis Shell Super, Shell V-Power, Shell Advance, dan Shell Diesel sebesar Rp 200 per liter. Dengan penurunan ini, harga Shell Super menjadi Rp 10.900 per liter, Shell V-Power Rp 11.700 per liter, Shell Advance Rp 11.900 per liter, dan Shell Diesel Rp 10.400 per liter. Shell mengatakan bahwa penurunan harga ini adalah bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat Indonesia.

Tak ketinggalan, Vivo juga mengumumkan penurunan harga BBM jenis Vivo Turbo dan Vivo Diesel sebesar Rp 200 per liter. Dengan penurunan ini, harga Vivo Turbo menjadi Rp 10.800 per liter, dan Vivo Diesel Rp 10.200 per liter. Vivo mengatakan bahwa penurunan harga ini adalah upaya dari perusahaan untuk memberikan kepuasan kepada para pelanggan setianya.

Penurunan harga BBM ini tentunya akan memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia. Dengan harga BBM yang lebih murah, pengeluaran dalam mengisi bahan bakar kendaraan akan berkurang. Hal ini akan memberikan efek domino, di mana masyarakat akan memiliki lebih banyak uang untuk memenuhi kebutuhan lainnya, seperti makanan, pendidikan, atau hiburan.

Selain itu, penurunan harga BBM juga dapat membantu mengendalikan inflasi di Indonesia. Dengan harga BBM yang lebih murah, biaya produksi di sektor transportasi dan logistik akan berkurang. Hal ini akan berdampak pada harga barang dan jasa, sehingga inflasi dapat terjaga dengan baik dan stabilitas ekonomi negara tetap terjaga.

Meskipun penurunan harga BBM ini merupakan kabar baik bagi masyarakat, tetapi tetap diperlukan kebijakan yang bijak dalam mengelola sumber daya energi. Pemerintah perlu terus melakukan pemantauan terhadap harga minyak dunia, agar dapat memberikan kebijakan yang tepat guna dalam mengatur harga BBM di Indonesia.

Dalam hal ini, Pertamina, Shell, dan Vivo telah memberikan contoh yang baik dengan turunnya harga BBM mereka. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut juga memiliki perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat. Di masa depan, diharapkan perusahaan-perusahaan lainnya juga dapat mengikuti jejak mereka untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Indonesia.