Scroll untuk baca artikel
NasionalNews

Aurel-Atta: Menyelamatkan Kearifan Lokal – Mengenal Makna dan Tata Cara Lestarikan Tradisi Jawa

19
×

Aurel-Atta: Menyelamatkan Kearifan Lokal – Mengenal Makna dan Tata Cara Lestarikan Tradisi Jawa

Sebarkan artikel ini
Aurel-Atta Lestarikan Tradisi Jawa, Ini Makna Dan Tata Cara

Halosenja.com – Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar, pasangan selebriti yang baru saja menikah pada bulan Mei lalu, kembali menjadi sorotan publik setelah mereka memutuskan untuk melakukan pernikahan adat Jawa. Pasangan yang dikenal dengan gaya hidup mewah dan modern ini memilih untuk tetap menjaga dan melestarikan tradisi Jawa dalam acara pernikahan mereka.

Keputusan Aurel dan Atta untuk mengadakan pernikahan adat Jawa tentu menjadi sorotan publik, mengingat bahwa mereka adalah pasangan yang seringkali terlihat secara terbuka dalam gaya hidup mereka yang modern dan futuristik. Namun, hal ini justru menjadi pembuktian bahwa mereka adalah pasangan yang tidak lupa akan akar budaya mereka.

Menikah dalam tradisi Jawa bukanlah hal yang biasa bagi pasangan ini. Meskipun keduanya secara pribadi tidak begitu akrab dengan budaya Jawa, namun mereka sadar akan pentingnya melestarikan warisan budaya ini untuk generasi mendatang. Sebagai dua figur publik yang memiliki pengaruh besar bagi banyak orang, Aurel dan Atta memberikan contoh bahwa menjaga tradisi Jawa dan budaya Indonesia adalah sesuatu yang penting.

Tidak hanya itu, keputusan Aurel dan Atta untuk melibatkan tradisi Jawa dalam pernikahan mereka juga memiliki makna yang dalam. Tradisi Jawa sendiri mengandung filosofi yang kaya akan nilai-nilai kehidupan yang memperkuat hubungan antara pasangan suami istri. Dalam tradisi Jawa, pernikahan bukan hanya tentang dua individu yang bersatu, namun juga tentang kedua keluarga yang bersatu untuk membentuk suatu ikatan yang kokoh dan langgeng.

Salah satu tata cara dalam pernikahan adat Jawa yang dilakukan oleh Aurel dan Atta adalah prosesi siraman. Prosesi siraman adalah prosesi dimana pengantin disiram dengan air dari tujuh pancuran. Tujuh pancuran ini melambangkan tujuh rasa yang harus dimiliki oleh setiap pasangan suami istri, yaitu cinta kasih, kesetiaan, kedamaian, kejujuran, kepercayaan, kesabaran, dan kewaspadaan.

Selain itu, Aurel dan Atta juga mengikuti tata cara dalam prosesi midodareni, dimana kedua calon pengantin bertemu untuk pertama kali setelah prosesi perjodohan. Prosesi ini bertujuan untuk memberi kesempatan bagi kedua calon pengantin untuk saling mengenal dan memahami satu sama lain sebelum akhirnya menikah.

Pernikahan adat Jawa yang dilakukan oleh Aurel dan Atta juga mengandung makna untuk menghormati leluhur dan nenek moyang mereka. Dengan melibatkan tradisi Jawa dalam pernikahan mereka, Aurel dan Atta berusaha untuk menyampaikan pesan bahwa mereka menghargai warisan budaya mereka dan ingin menjaga agar tradisi ini tetap hidup dan berkembang di masa depan.

Keputusan Aurel dan Atta untuk mencampuradukkan sentuhan modern dengan tradisi Jawa dalam pernikahan mereka juga menjadi pembuktian bahwa budaya Indonesia merupakan warisan yang berharga dan patut dilestarikan. Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, sangat mudah bagi generasi muda untuk terpengaruh oleh budaya asing dan melupakan budaya sendiri. Namun, dengan tindakan ini, Aurel dan Atta menunjukkan bahwa tradisi lokal juga memiliki tempat tersendiri dalam kehidupan mereka.

Dengan melibatkan tradisi Jawa dalam pernikahan mereka, Aurel dan Atta juga memberikan inspirasi bagi pasangan lain untuk tetap menghargai dan melestarikan budaya mereka. Kedua pasangan ini memperlihatkan bahwa tradisi dan budaya bukanlah sesuatu yang kuno atau ketinggalan jaman, namun merupakan bagian penting dari identitas dan jati diri kita sebagai bangsa.

Dengan demikian, pernikahan Aurel dan Atta yang menggabungkan sentuhan modern dengan tradisi Jawa ini tidak hanya sekedar pesta glamour, namun juga merupakan upaya nyata untuk memperkuat hubungan antara pasangan suami istri dan memperkokoh kesatuan keluarga. Semoga keputusan mereka ini dapat memberi inspirasi bagi banyak pasangan lain untuk tetap menghargai dan melestarikan tradisi dan budaya Indonesia.