Scroll untuk baca artikel
NasionalNews

Jejak Sejarah dan Makna Mendalam di Balik Tradisi Tedak Siti

21
×

Jejak Sejarah dan Makna Mendalam di Balik Tradisi Tedak Siti

Sebarkan artikel ini
Sejarah Tradisi Tedak Situs yang Biasa Dilakukan Masyarakat

Halosenja.com – Tradisi Tedak Situs adalah salah satu tradisi unik yang masih dilestarikan oleh masyarakat Indonesia hingga saat ini. Tradisi ini biasanya dilakukan oleh masyarakat Jawa sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan restu kepada para leluhur dan roh suci yang dipercayai menghuni suatu tempat. Tedak Situs merupakan upacara adat yang dilakukan sebelum sebuah bangunan atau tempat dihuni atau dipergunakan.

Sejarah Tradisi Tedak Situs bermula dari kepercayaan masyarakat Jawa akan adanya roh suci yang menghuni setiap tempat. Oleh karena itu, sebelum membangun atau menggunakan suatu tempat, masyarakat harus memberikan sesaji kepada roh suci tersebut sebagai tanda rasa hormat dan permohonan restu agar tempat tersebut selalu dilindungi dan diridhoi oleh para leluhur.

Upacara Tedak Situs biasanya dilakukan oleh seorang kepala adat atau tetua adat yang telah memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam hal ini. Mereka akan memimpin prosesi upacara ini dengan cara memberikan sesaji berupa bunga, dupa, dan sesajen lainnya kepada roh suci yang dipercayai berada di tempat tersebut. Selain itu, mereka juga akan memberikan doa-doa dan mantra untuk memohon restu dan keselamatan bagi tempat tersebut.

Salah satu contoh dari Tradisi Tedak Situs yang terkenal adalah Tedak Siten di Keraton Yogyakarta. Upacara Tedak Siten ini dilakukan setiap kali akan membangun atau mengadakan renovasi di Keraton Yogyakarta. Para abdi dalem yang bertugas di keraton akan melakukan upacara Tedak Siten untuk memohon restu dari para leluhur agar pembangunan atau renovasi yang dilakukan akan berjalan lancar dan tanpa hambatan.

Selain di Keraton Yogyakarta, Tradisi Tedak Situs juga masih dilestarikan di berbagai daerah di Indonesia. Misalnya di Bali, Tradisi Tedak Siten juga sering dilakukan sebagai upacara sebelum membangun rumah atau kuil. Di Jawa Barat, Tradisi Tedak Situs sering dilakukan sebelum membangun sebuah sawah atau rumah.

Uniknya, Tradisi Tedak Situs ini tidak hanya dilakukan oleh masyarakat pedesaan, namun juga oleh masyarakat perkotaan. Meskipun tinggal di tengah perkotaan yang modern, masyarakat masih tetap menjalankan Tradisi Tedak Situs sebagai bentuk kepercayaan dan rasa syukur kepada para leluhur.

Tradisi Tedak Situs juga memiliki makna filosofis yang dalam. Para tetua adat percaya bahwa dengan melakukan upacara Tedak Situs, mereka dapat menyatukan energi positif dari alam, para leluhur, dan manusia untuk menciptakan keselarasan dan keseimbangan dalam kehidupan. Dengan demikian, tempat yang dipergunakan akan selalu dilindungi dan diridhoi oleh kekuatan-kekuatan gaib yang ada.

Namun, Tradisi Tedak Situs juga menghadapi tantangan di era modern ini. Banyak masyarakat yang mulai melupakan tradisi lama ini, terutama di perkotaan yang terpengaruh oleh gaya hidup modern. Namun, upaya untuk melestarikan tradisi ini terus dilakukan oleh para tokoh adat dan pecinta budaya.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap keberlangsungan Tradisi Tedak Situs, pemerintah juga sering kali turut serta dalam mendukung upacara ini. Mereka memberikan bantuan dan dukungan dalam hal persiapan upacara, seperti penyediaan sesaji dan tempat-tempat yang dijadikan lokasi upacara Tedak Situs.

Dengan demikian, Tradisi Tedak Situs masih tetap dilestarikan oleh masyarakat Indonesia hingga saat ini. Meskipun terancam oleh arus modernisasi dan globalisasi, tradisi ini tetap dijaga keberlangsungannya sebagai bagian dari warisan budaya dan kearifan lokal yang patut dijaga. Semoga Tradisi Tedak Situs akan terus hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia, sebagai tanda rasa syukur dan permohonan restu kepada para leluhur dan roh suci.