Scroll untuk baca artikel
NasionalNews

Rahasia Tedak Siten: Saat Yang Tepat Bagi Bayi untuk Mengalami Tradisi Khas Jawa

15
×

Rahasia Tedak Siten: Saat Yang Tepat Bagi Bayi untuk Mengalami Tradisi Khas Jawa

Sebarkan artikel ini
Usia Berapa Bayi Jalani Tedak Siten?  Ini Penjelasannya dan

Halosenja.com – Ada tiga tahapan penting dalam kehidupan seorang bayi dalam tradisi Jawa, salah satunya adalah tedak siten. Tedak siten merupakan salah satu ritual keagamaan dalam budaya Jawa yang dilakukan untuk merayakan kelahiran bayi dan memberikan perlindungan serta berkah bagi sang bayi.

Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah, usia berapa seorang bayi dapat menjalani ritual tedak siten? Sebagian masyarakat masih bingung dan tidak mengetahui kapan waktu yang tepat untuk melakukan tedak siten bagi sang bayi.

Menurut kepercayaan Jawa, usia yang paling ideal untuk melakukan tedak siten adalah ketika bayi sudah mencapai umur 35 hari atau satu bulan. Pada usia ini, dipercaya bahwa bayi sudah memiliki kedewasaan spiritual yang dapat diberkati dan dilindungi oleh Tuhan untuk masa depannya.

Dalam prosesi tedak siten, bayi akan diberi berbagai macam perlengkapan seperti kelapa, telur, ketupat, dan bunga. Selain itu, ada juga prosesi pengendapan embrio yang dilakukan oleh sesepuh atau orang yang dituakan di keluarga. Tujuan dari ritual ini adalah untuk membersihkan dan memberkati bayi agar tumbuh menjadi anak yang sehat, kuat, dan sukses di masa depan.

Menurut Pakar Budaya Jawa, Bapak Slamet Riyadi, menjelaskan bahwa usia 35 hari atau satu bulan dipilih karena pada usia ini bayi sudah mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Selain itu, bayi juga sudah mulai mengenal siapa orang-orang yang ada di sekitarnya, termasuk keluarga dan kerabat dekatnya.

Selain itu, ada pula kepercayaan bahwa usia 35 hari adalah waktu yang tepat untuk memberikan perlindungan spiritual bagi bayi karena pada usia ini bayi masih sangat rentan terhadap ancaman spiritual dan roh jahat. Oleh karena itu, dengan melakukan tedak siten, orang tua dapat memberikan perlindungan dan berkah untuk sang bayi agar terhindar dari hal-hal yang buruk di masa depan.

Tidak hanya dari segi kepercayaan, usia 35 hari juga dipilih berdasarkan pertimbangan kesehatan. Pada usia ini, bayi sudah mulai stabil dari segi fisik dan kesehatan, sehingga tidak ada risiko yang berbahaya bagi bayi dalam menjalani ritual tedak siten.

Meskipun begitu, ada juga orang tua yang memilih untuk melakukan tedak siten pada usia yang lebih muda atau bahkan lebih tua dari 35 hari. Hal ini tergantung pada kepercayaan dan tradisi yang berlaku di masing-masing keluarga.

Dalam hal ini, yang paling penting adalah niat dan tujuan dari pelaksanaan ritual tedak siten itu sendiri. Tujuan utama dari ritual ini adalah untuk memberikan perlindungan dan berkah bagi sang bayi, sehingga usia tidaklah menjadi hal yang terlalu menentukan.

Dengan begitu, usia 35 hari memang menjadi usia yang ideal untuk menjalani ritual tedak siten bagi seorang bayi. Namun, yang terpenting adalah niat dan tujuan dari pelaksanaan ritual tersebut, yaitu memberikan perlindungan dan berkah bagi sang bayi agar tumbuh menjadi anak yang sehat, kuat, dan sukses di masa depan.