Scroll untuk baca artikel
NasionalNews

Derita Bangsa: Indonesia Kaya Peninggalan Kuno Tapi Jurusan yang Tersisih

35
×

Derita Bangsa: Indonesia Kaya Peninggalan Kuno Tapi Jurusan yang Tersisih

Sebarkan artikel ini
Menyedihkan, Indonesia Kaya Peninggalan Kuno Tapi Jurusan

Halosenja.com – Indonesia, negara dengan kekayaan alam yang melimpah, ternyata juga kaya akan peninggalan kuno yang tersebar di berbagai daerah. Namun, ironisnya, peninggalan kuno tersebut seringkali tidak mendapat perhatian yang layak dari pemerintah maupun masyarakat. Hal ini sangat menyedihkan mengingat betapa berharganya warisan budaya dan sejarah yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.

Di berbagai daerah di Indonesia, terdapat banyak situs-situs arkeologi dan peninggalan kuno yang tersebar. Mulai dari candi-candi Hindu-Buddha, megalitikum, hingga situs-situs purbakala lainnya. Namun, sayangnya banyak di antara situs-situs tersebut yang terbengkalai dan terlantar, tidak terurus dengan baik. Padahal, situs-situs tersebut memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat tinggi.

Salah satu contoh situs purbakala yang terbengkalai adalah situs Gunung Padang di Jawa Barat. Situs Gunung Padang merupakan situs megalitikum terbesar di Indonesia yang sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Namun, hingga kini situs tersebut masih dalam proses penelitian dan restorasi yang belum selesai. Padahal, situs Gunung Padang memiliki potensi untuk menjadi daya tarik wisata sejarah yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah tersebut.

Tidak hanya itu, banyak juga situs-situs candi Hindu-Buddha yang terbengkalai di berbagai daerah di Indonesia. Misalnya, candi Borobudur di Jawa Tengah dan candi Prambanan di Yogyakarta. Meskipun kedua candi tersebut sudah diakui sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO, namun kondisi kedua candi tersebut cukup memprihatinkan. Kondisi candi Borobudur yang semakin tua dan rusak serta adanya tindakan vandalisme terhadap situs tersebut menjadi bukti bahwa perlindungan terhadap situs-situs bersejarah masih belum optimal.

Selain itu, banyak juga situs-situs purbakala di daerah-daerah terpencil yang masih belum terungkap sepenuhnya. Contohnya adalah situs-situs megalitikum di Nusa Tenggara Timur dan Papua. Situs-situs tersebut memiliki potensi besar untuk dijadikan sebagai objek wisata sejarah yang dapat menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.

Ketidakpedulian terhadap peninggalan kuno ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari minimnya anggaran untuk pelestarian situs-situs purbakala, minimnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian warisan budaya, hingga minimnya peran pemerintah dalam mengawasi dan melindungi situs-situs bersejarah. Hal ini sangat menyedihkan mengingat betapa berharganya peninggalan kuno tersebut sebagai bagian dari identitas dan sejarah bangsa Indonesia.

Untuk itu, perlu adanya gerakan dari semua pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat untuk turut serta dalam melestarikan peninggalan kuno di Indonesia. Pentingnya menjaga dan merawat peninggalan kuno sebagai bagian dari kekayaan budaya dan sejarah bangsa harus ditanamkan dalam setiap lapisan masyarakat. Dengan demikian, Indonesia dapat memperoleh manfaat maksimal dari potensi wisata sejarah yang dimiliki serta menjaga keberlangsungan warisan budaya untuk generasi mendatang.

Dengan memperhatikan dan menjaga peninggalan kuno di Indonesia, kita tidak hanya akan memperkaya pengetahuan sejarah dan budaya bangsa, namun juga dapat meningkatkan potensi pariwisata dan ekonomi daerah. Sebagai negara yang kaya akan peninggalan kuno, Indonesia memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga, melestarikan, dan mempromosikan warisan budaya tersebut agar dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Semoga dengan peran aktif dari semua pihak, peninggalan kuno Indonesia dapat terjaga dan terpelihara dengan baik untuk keberlangsungan budaya dan sejarah bangsa.