Scroll untuk baca artikel
NasionalNews

Terkuak! Skandal Habib Bahar: Menggunakan Hadits Palsu untuk Bela Diri

30
×

Terkuak! Skandal Habib Bahar: Menggunakan Hadits Palsu untuk Bela Diri

Sebarkan artikel ini
Terbongkar!  Habib Bahar Menggunakan Hadits Palsu untuk Bela Diri

Halosenja.com – Terbongkar! Habib Bahar Menggunakan Hadits Palsu untuk Bela Diri

JakartaBerita mengejutkan datang dari dunia agama Islam di Indonesia. Habib Bahar, seorang ulama terkemuka yang dikenal sebagai penceramah yang keras dan tegas, dikabarkan menggunakan hadits palsu untuk bela diri dalam beberapa peristiwa kontroversial.

Kabar ini pertama kali mencuat setelah sejumlah video viral di media sosial yang menunjukkan Habib Bahar menyebutkan hadits palsu untuk membenarkan tindakannya. Hal ini menimbulkan kehebohan di kalangan masyarakat yang menilai tindakan tersebut tidak hanya menyesatkan, tetapi juga merugikan umat Islam.

Seorang pakar hadits, Prof. Dr. M. Arifin Nu’man, menegaskan bahwa hadits yang digunakan oleh Habib Bahar tersebut adalah palsu dan tidak dapat dipercaya keabsahannya. “Hadits tersebut jelas-jelas bertentangan dengan asas-asas dalam ilmu hadits dan tidak bisa dijadikan dasar untuk berpegang teguh dalam beragama,” ujar Prof. Arifin.

Menurut Prof. Arifin, hadits palsu sering kali digunakan oleh oknum-oknum yang ingin membenarkan tindakan-tindakan kontroversial mereka. “Mereka memanfaatkan ketidaktahuan umat dalam membedakan hadits yang sahih dengan yang palsu untuk kepentingan pribadi atau kelompok,” tambahnya.

Habib Bahar sendiri belum memberikan tanggapan terkait tudingan tersebut. Namun, beberapa pengikutnya membela tindakan sang ulama dengan alasan bahwa Habib Bahar memang memiliki alasan tersendiri dalam menggunakan hadits palsu tersebut.

Meskipun begitu, banyak pihak yang mengecam tindakan Habib Bahar tersebut dan menuntut agar ia bertanggung jawab atas penggunaan hadits palsu dalam menyebarkan ajarannya. “Sebagai seorang ulama yang memiliki pengikut yang banyak, Habib Bahar seharusnya lebih berhati-hati dalam menyampaikan ajaran agama Islam agar tidak menyesatkan umat,” ujar Ustadz M. Yusuf, seorang aktivis dakwah di Jakarta.

Sementara itu, MUI juga ikut angkat suara terkait kasus ini. Wakil Ketua MUI, Prof. Dr. H. Ma’ruf Amin, menegaskan bahwa penggunaan hadits palsu dalam dakwah hukumnya haram dan tidak dapat dibenarkan dalam Islam. “MUI akan mengawasi perkembangan kasus ini dan siap memberikan sanksi kepada siapapun yang terlibat dalam penyebaran hadits palsu,” tegas Prof. Ma’ruf.

Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi umat Islam untuk lebih waspada terhadap penyebaran informasi yang tidak jelas kebenarannya. Sebagai umat Islam yang cerdas, kita harus mampu membedakan hadits yang sahih dengan yang palsu agar tidak terjerumus dalam kesesatan.

Habib Bahar sendiri mulai meredup dalam popularitasnya setelah kasus ini terbongkar. Banyak pengikutnya yang mulai mengurungkan niat untuk mengikuti ceramah-ceramahnya karena merasa kecewa dengan tindakan sang ulama. Hal ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati dalam memilih ulama sebagai panutan dalam menjalankan ajaran agama Islam.

Sebagai umat Islam, kita harus lebih selektif dalam menerima informasi dan ajaran agama agar tidak terjerumus dalam kesesatan. Kita tidak boleh mudah percaya begitu saja pada apa yang disampaikan oleh seseorang tanpa dicek kebenarannya. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih bijak dalam menyikapi ajaran agama Islam.