Scroll untuk baca artikel
InternasionalNews

Terjebak dalam Kehancuran: Tragedi Gaza saat Israel Melumpuhkan dengan Kejam

140
×

Terjebak dalam Kehancuran: Tragedi Gaza saat Israel Melumpuhkan dengan Kejam

Sebarkan artikel ini
Kronologi Pasukan Hamas Bobol Pertahanan 'Kubah Besi' Israel

Halosenja.com – Pada tanggal 10 Mei 2021, konflik yang memakan korban terjadi di Jalur Gaza ketika Israel melancarkan serangan udara yang menghantam daerah tersebut. Serangan ini merupakan bagian dari eskalasi ketegangan yang telah berlangsung selama beberapa minggu antara Israel dan Palestina. Dalam serangan ini, Israel dikabarkan telah menghancurkan banyak bangunan dan mengakibatkan korban jiwa yang terus bertambah.

Jalur Gaza, wilayah yang terletak di sebelah barat Sungai Yordania, telah lama menjadi pusat konflik antara Israel dan Palestina. Jalur Gaza dikuasai oleh kelompok Hamas, yang dikenal karena sering melakukan serangan terhadap Israel. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Israel juga telah melakukan serangan balasan yang mengakibatkan banyak korban jiwa di Jalur Gaza.

Serangan terbaru ini terjadi setelah beberapa hari ketegangan meningkat antara kelompok Palestina dan Israel. Pemicu konflik ini adalah keputusan pengadilan Israel yang mengizinkan sejumlah keluarga Yahudi untuk mengambil alih rumah yang dihuni oleh keluarga Palestina di kawasan Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur. Keputusan ini menuai protes dari kelompok Palestina dan memicu aksi kekerasan di Yerusalem Timur.

Kekerasan ini kemudian meluas ke Jalur Gaza, dengan Hamas meluncurkan serangan roket ke wilayah Israel sebagai bentuk balasan. Israel kemudian merespons serangan tersebut dengan serangan udara yang menyebabkan banyak korban jiwa di Jalur Gaza. Banyak bangunan, termasuk rumah sakit dan sekolah, dilaporkan hancur akibat serangan tersebut.

Korban tewas terus bertambah seiring dengan eskalasi konflik ini. Pihak berwenang di Jalur Gaza melaporkan bahwa setidaknya 200 orang, termasuk anak-anak, telah tewas dalam serangan udara Israel. Sementara itu, Israel juga melaporkan korban jiwa di pihak mereka.

Dalam situasi ini, masyarakat internasional telah meminta kedua belah pihak untuk menghentikan kekerasan dan mencari solusi damai. PBB telah mengeluarkan pernyataan yang menyerukan gencatan senjata segera dan mengecam serangan yang mengakibatkan banyak korban sipil.

Namun, hingga saat ini belum ada tanda-tanda bahwa konflik ini akan segera berakhir. Serangan udara terus dilakukan oleh Israel dan serangan roket terus diluncurkan oleh Hamas. Masyarakat di Jalur Gaza hidup dalam ketakutan dan kekhawatiran akan serangan yang dapat menghancurkan rumah mereka.

Konflik di Jalur Gaza ini juga telah memicu protes di berbagai negara di seluruh dunia. Banyak orang yang mengecam serangan udara Israel dan meminta dukungan untuk Palestina. Di sisi lain, ada juga yang mendukung Israel dan menganggap serangan tersebut sebagai tindakan pembelaan diri.

Sementara itu, pihak Israel berargumen bahwa serangan mereka bertujuan untuk melindungi warga mereka dari serangan roket Hamas. Mereka juga menuduh Hamas menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia dengan menyembunyikan senjata dan melakukan serangan dari daerah pemukiman penduduk.

Dalam situasi ini, yang terus bertambah adalah korban jiwa dan ketidakpastian. Masyarakat di Jalur Gaza hidup dalam ketakutan dan kesulitan mendapatkan bantuan medis serta pasokan makanan dan air bersih. Dalam beberapa hari ke depan, harapannya adalah agar kedua belah pihak dapat menemukan jalan keluar yang damai dan mengakhiri konflik yang telah menghancurkan banyak nyawa dan bangunan.