Scroll untuk baca artikel
NasionalNews

Transformasi Anggaran dan Apresiasi Bappenas: Mendorong Inovasi melalui Program Permakanan di

177
×

Transformasi Anggaran dan Apresiasi Bappenas: Mendorong Inovasi melalui Program Permakanan di

Sebarkan artikel ini
Dirjen Anggaran dan Bappenas Apresiasi Program Permakanan di

Halosenja.com – Indonesia

Jakarta, 5 Oktober 2022 – Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani, dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyampaikan apresiasi mereka terhadap program permakanan yang sedang dilaksanakan di Indonesia. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan ketersediaan makanan bagi masyarakat Indonesia, terutama yang berada di daerah terpencil dan sulit dijangkau.

Dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Jakarta hari ini, Dirjen Anggaran dan Bappenas berbicara tentang pentingnya program permakanan ini dalam mengatasi masalah kelaparan dan gizi buruk yang masih menjadi masalah serius di beberapa wilayah di Indonesia. Mereka mengakui bahwa ketersediaan makanan yang cukup dan bergizi merupakan hak dasar setiap individu, dan pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan hal ini terpenuhi.

Program permakanan ini telah diluncurkan oleh Kementerian Pertanian dan Kementerian Sosial bekerja sama dengan berbagai organisasi non-pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan, distribusi makanan yang merata, serta memberikan edukasi tentang pola makan yang sehat dan bergizi kepada masyarakat.

Salah satu inovasi yang diapresiasi oleh Dirjen Anggaran dan Bappenas adalah program pengembangan pertanian berkelanjutan di daerah terpencil. Melalui program ini, petani diberikan bantuan modal, pelatihan, dan teknologi pertanian modern untuk meningkatkan hasil panen mereka. Selain itu, program ini juga memfasilitasi akses pasar bagi petani untuk menjual hasil panen mereka dengan harga yang adil.

Selain itu, program pendistribusian makanan juga menjadi perhatian utama dalam program permakanan ini. Bappenas mencatat bahwa ada beberapa daerah di Indonesia yang sulit dijangkau oleh jaringan distribusi makanan komersial. Oleh karena itu, pemerintah berupaya untuk membangun infrastruktur yang memadai untuk mengatasi masalah ini, seperti jalan, jembatan, dan sarana transportasi lainnya.

Tidak hanya itu, edukasi tentang pola makan yang sehat dan bergizi juga menjadi fokus utama dalam program ini. Melalui kerjasama dengan lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat, pemerintah berupaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya makanan bergizi dan dampak buruk dari pola makan yang tidak sehat. Diharapkan dengan peningkatan kesadaran ini, masyarakat akan lebih peduli terhadap kesehatan dan gizi mereka sendiri.

Dalam konferensi pers tersebut, Dirjen Anggaran dan Bappenas juga mengungkapkan bahwa pemerintah akan terus mendukung dan memperluas program permakanan ini. Mereka menekankan pentingnya kolaborasi dan koordinasi antara berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta, untuk mencapai tujuan bersama dalam meningkatkan kualitas dan ketersediaan makanan di Indonesia.

Dalam rangka mengamankan anggaran untuk program ini, Dirjen Anggaran juga menyampaikan bahwa pemerintah akan mengalokasikan dana yang cukup untuk mendukung program ini. Ia memastikan bahwa anggaran yang diberikan akan digunakan secara efektif dan efisien demi keberhasilan program permakanan ini.

Diharapkan dengan adanya apresiasi dan dukungan dari Dirjen Anggaran dan Bappenas, program permakanan ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Indonesia. Makanan yang cukup dan bergizi adalah hak setiap individu, dan pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan hak ini terpenuhi.