Scroll untuk baca artikel
NasionalNews

Menyaksikan Kehadiran Perusahaan Swasta: WFH Tanpa Insentif, Tantangan Bagi Heru Budi

221
×

Menyaksikan Kehadiran Perusahaan Swasta: WFH Tanpa Insentif, Tantangan Bagi Heru Budi

Sebarkan artikel ini
Perusahaan Swasta Diminta WFH Tanpa Insentif, Heru Budi:

Halosenja.com – Perusahaan Swasta Diminta WFH Tanpa Insentif, Heru Budi: Menjaga Kesehatan Karyawan Atau Mengejar Keuntungan?

Jakarta – Pandemi COVID-19 telah merubah cara hidup dan bekerja kita secara drastis. Banyak perusahaan yang terpaksa mengubah kebijakan dan menerapkan work from home (WFH) untuk menjaga kesehatan karyawan mereka serta mematuhi anjuran pemerintah dalam memutus rantai penyebaran virus. Namun, beberapa perusahaan swasta terkemuka di Indonesia telah meminta karyawan mereka untuk bekerja dari rumah tanpa memberikan insentif tambahan, yang menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk Heru Budi, seorang aktivis buruh.

Dalam situasi yang sulit ini, ketika banyak karyawan mengalami kesulitan finansial dan berbagai tantangan dalam menyesuaikan diri dengan WFH, meminta mereka untuk bekerja tanpa memberikan insentif tambahan dapat dianggap sebagai ketidakpedulian terhadap kesejahteraan mereka. Heru Budi, yang juga merupakan ketua serikat pekerja lokal di salah satu perusahaan tersebut, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebijakan ini.

Menurut Heru, perusahaan-perusahaan seharusnya lebih memperhatikan kesejahteraan karyawan mereka di masa sulit seperti ini. WFH bukanlah hal yang mudah bagi banyak orang. Banyak karyawan yang harus menghadapi tantangan baru, seperti tidak adanya fasilitas kantor yang memadai di rumah mereka, kesulitan dalam mengatur waktu kerja, dan kurangnya akses ke peralatan yang dibutuhkan. Oleh karena itu, memberikan insentif tambahan kepada karyawan yang bekerja dari rumah akan menjadi bentuk penghargaan atas upaya mereka dalam menjaga produktivitas di tengah situasi yang tidak biasa.

Heru juga menyoroti fakta bahwa banyak perusahaan besar masih mampu memberikan insentif tambahan kepada karyawan mereka, meskipun terdampak oleh pandemi ini. Sebagai perusahaan swasta yang beroperasi di Indonesia, mereka harus memperhatikan tanggung jawab sosial mereka dan tidak hanya berfokus pada keuntungan semata. Menyediakan insentif tambahan akan membantu karyawan untuk mengatasi berbagai tantangan yang mereka hadapi saat ini, seperti biaya internet yang lebih tinggi dan biaya tambahan untuk memperbaiki fasilitas kerja di rumah.

Namun, beberapa perusahaan berargumen bahwa mereka telah memberikan karyawan mereka fleksibilitas dalam bekerja dari rumah, yang seharusnya sudah menjadi insentif yang cukup. Namun, Heru Budi menegaskan bahwa fleksibilitas tersebut bukanlah insentif, melainkan kebutuhan yang muncul karena kondisi pandemi yang tidak terduga. Fleksibilitas tersebut hanya membantu karyawan agar dapat menyesuaikan diri dengan situasi saat ini, bukan memberikan manfaat tambahan yang seharusnya diberikan oleh perusahaan.

Dalam situasi ini, penting bagi perusahaan swasta untuk menjaga kesejahteraan karyawan mereka dan memberikan insentif tambahan yang sesuai dengan kondisi yang sulit ini. Karyawan yang terdampak oleh pandemi ini perlu merasa didukung dan dihargai oleh perusahaan tempat mereka bekerja. Jika perusahaan ingin terus mendapatkan komitmen dan dedikasi karyawan mereka, memberikan insentif tambahan adalah langkah yang penting untuk diambil.

Dalam menghadapi pandemi COVID-19, semua pihak harus saling bekerja sama untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Perusahaan swasta memiliki peran penting dalam hal ini. Memberikan insentif tambahan kepada karyawan yang bekerja dari rumah merupakan langkah yang tepat untuk menunjukkan bahwa perusahaan peduli terhadap kesejahteraan mereka. Semoga perusahaan-perusahaan swasta di Indonesia mendengarkan suara karyawan mereka dan mengambil tindakan yang sesuai untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan mereka di masa sulit ini.