Scroll untuk baca artikel
NasionalNews

Faisal Basri: Membentuk Tim Percepatan Reformasi Hukum sebagai Kunci Masa Depan yang Lebih Adil

218
×

Faisal Basri: Membentuk Tim Percepatan Reformasi Hukum sebagai Kunci Masa Depan yang Lebih Adil

Sebarkan artikel ini
Faisal Basri Sebut Pembentukan Tim Percepatan Reformasi Huku...

Halosenja.com – Faisal Basri Sebut Pembentukan Tim Percepatan Reformasi Hukum sebagai Langkah Maju dalam Peningkatan Kualitas Hukum di Indonesia

Jakarta, 12 November 2021 – Mantan ekonom senior Bank Indonesia, Faisal Basri, mengeluarkan pernyataan yang menarik perhatian publik terkait pembentukan Tim Percepatan Reformasi Hukum oleh pemerintah. Menurut Basri, langkah ini merupakan langkah maju dalam upaya meningkatkan kualitas hukum di Indonesia.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan media nasional, Basri menyampaikan keyakinannya bahwa pembentukan tim ini merupakan bentuk nyata dari komitmen pemerintah dalam memperbaiki sistem hukum yang ada. “Saya melihat langkah ini sebagai sebuah terobosan yang tidak boleh diabaikan. Reformasi hukum sangat penting untuk menciptakan lingkungan bisnis yang kondusif bagi investasi serta memberikan perlindungan yang adil bagi masyarakat,” ujarnya.

Tim Percepatan Reformasi Hukum, yang diumumkan oleh Kementerian Hukum dan HAM, bertujuan untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap peraturan-peraturan yang ada serta menyusun rekomendasi untuk perbaikan dan penyederhanaan sistem hukum. Tim ini terdiri dari sejumlah pakar hukum, akademisi, praktisi hukum, dan perwakilan masyarakat sipil, yang bekerja sama dalam rangka mencapai tujuan bersama.

Basri juga menyoroti pentingnya mempercepat proses reformasi hukum di Indonesia. Menurutnya, dengan adanya perbaikan yang signifikan dalam sistem hukum, banyak masalah yang selama ini menghambat pertumbuhan ekonomi dan investasi dapat diselesaikan dengan lebih efektif. “Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi di kawasan ini, namun tantangan utamanya adalah kurangnya kepastian hukum. Dengan adanya tim ini, saya berharap kita bisa mencapai kemajuan yang signifikan dalam hal tersebut,” tambahnya.

Selain itu, Basri juga mengungkapkan bahwa reformasi hukum harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. “Ini bukanlah tugas yang mudah, namun jika semua pihak terlibat dengan serius dan berkomitmen, maka hasilnya akan terlihat dalam jangka panjang. Kita tidak boleh mengabaikan pentingnya memperbaiki sistem hukum kita,” tegasnya.

Pernyataan Faisal Basri ini mendapat tanggapan positif dari berbagai kalangan. Para praktisi hukum, akademisi, dan pengamat menyambut baik langkah ini, dengan harapan bahwa tim ini akan mampu menghasilkan perubahan yang signifikan dalam sistem hukum di Indonesia.

Namun, beberapa pihak juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap pelaksanaan reformasi hukum di tengah kondisi politik yang tidak stabil. Mereka meminta agar pemerintah dan semua pihak terkait dapat menjaga independensi tim ini dan tidak terpengaruh oleh kepentingan politik.

Dalam mengakhiri wawancara tersebut, Faisal Basri mengajak semua pihak untuk mendukung dan memberikan masukan yang konstruktif kepada Tim Percepatan Reformasi Hukum. “Kita harus bersatu dalam upaya memperbaiki sistem hukum kita. Mari kita berikan kontribusi terbaik kita untuk menciptakan lingkungan hukum yang adil dan berkeadilan bagi semua,” pungkasnya.

Dengan adanya pernyataan ini, diharapkan pembentukan Tim Percepatan Reformasi Hukum dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan perubahan yang signifikan dalam sistem hukum di Indonesia. Semoga langkah ini dapat membawa Indonesia menuju kehidupan hukum yang lebih baik dan memberikan kepastian bagi semua pihak yang terlibat.