Scroll untuk baca artikel
FemaleLifestyle

Membuka Pintu Rahasia: Zoya Amirin Membahas Disfungsi Ereksi sebagai Kunci Keintiman

154
×

Membuka Pintu Rahasia: Zoya Amirin Membahas Disfungsi Ereksi sebagai Kunci Keintiman

Sebarkan artikel ini
Zoya Amirin Ungkap Disfungsi Ereksi Bisa Jadi Pintu

Halosenja.com – Zoya Amirin Ungkap Disfungsi Ereksi Bisa Jadi Pintu

Disfungsi ereksi adalah masalah kesehatan yang sering dialami oleh banyak pria di seluruh dunia. Meskipun umum, topik ini masih dianggap tabu dan sering kali dihindari untuk dibicarakan secara terbuka. Namun, seorang wanita bernama Zoya Amirin berani mengungkap bahwa disfungsi ereksi sebenarnya bisa menjadi pintu bagi hubungan yang lebih intim dan bermakna.

Zoya Amirin adalah seorang psikolog seksual yang berbasis di Jakarta. Ia memiliki pengalaman yang luas dalam membantu pasangan yang mengalami masalah seksual, termasuk disfungsi ereksi. Dalam wawancara eksklusif dengan kami, Zoya berbagi pandangannya tentang bagaimana disfungsi ereksi sebenarnya bisa menjadi peluang bagi pasangan untuk mengembangkan hubungan intim yang lebih dalam.

Menurut Zoya, disfungsi ereksi bukanlah akhir dari segalanya. “Banyak pria yang merasa malu dan minder ketika mengalami disfungsi ereksi. Mereka merasa bahwa ini adalah kegagalan mereka sendiri dan menyalahkan diri sendiri,” kata Zoya. Namun, Zoya menekankan bahwa disfungsi ereksi sebenarnya adalah masalah yang bisa diatasi dengan bantuan profesional dan dukungan pasangan.

Zoya menjelaskan bahwa ketika seorang pria mengalami disfungsi ereksi, ada kecenderungan untuk mengalami tekanan dan kecemasan yang lebih tinggi. Namun, jika pasangan dapat saling mendukung dan berkomunikasi dengan baik, ini bisa menjadi kesempatan bagi mereka untuk mengenal lebih dalam satu sama lain. “Pasangan dapat berbicara tentang keinginan, kebutuhan, dan harapan mereka terhadap hubungan seksual. Ini bisa menjadi waktu yang baik untuk memperkuat ikatan emosional di antara mereka,” ungkap Zoya.

Selain itu, Zoya juga menekankan pentingnya pendekatan yang holistik dalam mengatasi disfungsi ereksi. “Tidak hanya harus melibatkan aspek fisik, tetapi juga aspek psikologis dan emosional. Terkadang, disfungsi ereksi dapat menjadi gejala dari masalah yang lebih dalam, seperti stres, kecemasan, atau depresi,” jelas Zoya. Oleh karena itu, ia mendorong pasangan untuk mencari bantuan profesional yang dapat membantu mereka mengidentifikasi dan mengatasi akar masalah.

Zoya juga menyoroti pentingnya menghilangkan stigma dan tabu di sekitar disfungsi ereksi. Menurutnya, dengan membicarakan masalah ini secara terbuka, kita dapat membantu mengurangi tekanan dan stres yang dialami oleh pria yang mengalami disfungsi ereksi. “Ketika kita memahami bahwa disfungsi ereksi adalah masalah yang umum dan dapat diatasi, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih mendukung bagi mereka yang membutuhkan bantuan,” tambah Zoya.

Dalam kesimpulannya, Zoya Amirin mengajak kita untuk melihat disfungsi ereksi sebagai pintu untuk mengembangkan hubungan yang lebih intim dan bermakna. Dengan pendekatan yang holistik, dukungan pasangan, dan pembicaraan yang terbuka, disfungsi ereksi dapat diatasi dan menjadi kesempatan bagi pasangan untuk tumbuh bersama.