Scroll untuk baca artikel
FemaleLifestyle

Kejadian Mengejutkan: Polusi Udara Jakarta Membuat Bayi Issa Terkena Penyakit, Nikita Berjuang Menyelamatkannya

149
×

Kejadian Mengejutkan: Polusi Udara Jakarta Membuat Bayi Issa Terkena Penyakit, Nikita Berjuang Menyelamatkannya

Sebarkan artikel ini
Khawatir Polusi Udara Jakarta Bikin Baby Issa Sakit, Nikita

Halosenja.comJakarta, 20 Januari 2022 – Polusi udara di ibukota Indonesia, Jakarta, telah menjadi masalah yang semakin memprihatinkan. Tingkat polusi udara yang tinggi telah menjadi sumber kekhawatiran bagi banyak orang, termasuk selebriti terkenal Nikita Issa. Menurut laporan terbaru, Nikita mengungkapkan bahwa polusi udara di Jakarta telah membuat bayinya, Issa, sering sakit.

Dalam sebuah wawancara eksklusif, Nikita mengungkapkan kekhawatirannya tentang dampak buruk polusi udara terhadap kesehatan anaknya yang baru berusia dua tahun. Menurutnya, Issa sering mengalami masalah pernapasan dan infeksi saluran napas yang seringkali membutuhkan perawatan medis.

Nikita mengatakan, “Saya sangat khawatir dengan kondisi udara di Jakarta. Setiap kali saya membawa Issa keluar rumah, saya merasa tidak yakin dengan kualitas udara yang ia hirup. Saya sering melihatnya kesulitan bernapas atau batuk-batuk, dan itu membuat saya sangat khawatir.”

Belakangan ini, Jakarta telah mencatat tingkat polusi udara yang sangat tinggi, dengan indeks kualitas udara yang seringkali melebihi batas aman yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Faktor-faktor seperti emisi kendaraan bermotor, pembakaran sampah, dan industri yang tidak ramah lingkungan, telah menjadi penyebab utama polusi udara di Jakarta.

Polusi udara dapat memiliki dampak serius bagi kesehatan manusia, terutama pada bayi dan anak-anak. Menurut WHO, paparan jangka panjang terhadap polusi udara dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti infeksi saluran napas, asma, dan bahkan kanker paru-paru.

Nikita mengaku telah melakukan segala upaya untuk melindungi Issa dari dampak buruk polusi udara. “Saya selalu memastikan bahwa Issa tinggal di dalam ruangan yang bersih dan berusaha untuk tidak membawanya keluar saat tingkat polusi udara sangat tinggi. Namun, saya merasa bahwa itu tidaklah cukup. Saya berharap pemerintah dan masyarakat dapat melakukan langkah-langkah konkret untuk mengurangi polusi udara ini,” ungkap Nikita.

Pemerintah Jakarta sendiri telah menyadari masalah ini dan berupaya untuk mengatasi polusi udara. Beberapa langkah telah diambil, seperti membatasi kendaraan bermotor yang dapat beroperasi, memperketat pengendalian emisi industri, dan mempromosikan transportasi umum yang ramah lingkungan. Namun, upaya ini masih terbatas dan perlu adanya kolaborasi yang lebih luas dari semua pihak.

Masyarakat pun diminta untuk turut serta dalam upaya mengurangi polusi udara dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, mendukung penggunaan energi terbarukan, dan mengurangi pembakaran sampah. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kualitas udara di Jakarta dapat membaik dan generasi mendatang dapat tumbuh dengan lingkungan yang lebih bersih.

Sementara itu, Nikita berharap agar kekhawatirannya tentang polusi udara dan dampaknya terhadap kesehatan Issa tidak diabaikan oleh masyarakat. Ia berharap agar masalah ini mendapatkan perhatian yang lebih serius dari semua pihak terkait. “Kesehatan anak-anak adalah prioritas utama kita. Kita semua harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas polusi udara bagi mereka,” tutup Nikita dengan harapan yang tinggi.