Scroll untuk baca artikel
HealthWomen

Menopause: The Hidden Battle of Dryness and Infections in the Vaginal Realm

118
×

Menopause: The Hidden Battle of Dryness and Infections in the Vaginal Realm

Sebarkan artikel ini
Menopause Bisa Sebabkan Vagina Kering dan Infeksi Saluran

Halosenja.com – Menopause Bisa Sebabkan Vagina Kering dan Infeksi Saluran

Menopause adalah tahap dalam kehidupan seorang wanita di mana ia tidak lagi mengalami menstruasi secara teratur. Ini terjadi ketika ovarium tidak lagi menghasilkan hormon reproduksi wanita, seperti estrogen dan progesteron. Selama periode ini, banyak perubahan fisik dan emosional yang terjadi dalam tubuh wanita, dan salah satu perubahan yang paling umum adalah vagina kering.

Vagina kering adalah kondisi di mana dinding vagina menjadi kurang elastis dan kurang lendir. Ini terjadi karena penurunan tingkat estrogen dalam tubuh wanita. Estrogen bertanggung jawab untuk menjaga kelembaban dan elastisitas vagina, sehingga ketika tingkat estrogen menurun, vagina dapat menjadi kering dan terasa tidak nyaman.

Vagina kering dapat menyebabkan banyak ketidaknyamanan bagi wanita, termasuk rasa gatal, terbakar, atau kekeringan saat berhubungan seksual. Hal ini juga dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih dan infeksi vagina. Karena vagina menjadi kurang lendir, bakteri dan jamur lebih mudah berkembang biak, yang dapat menyebabkan infeksi.

Infeksi saluran kemih adalah infeksi yang terjadi ketika bakteri masuk ke saluran kemih dan berkembang biak di sana. Gejala umum infeksi saluran kemih termasuk sering buang air kecil, rasa terbakar saat buang air kecil, dan nyeri atau ketidaknyamanan di daerah panggul. Wanita yang mengalami vagina kering memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan infeksi saluran kemih karena bakteri lebih mudah masuk ke saluran kemih ketika vagina tidak cukup lendir.

Selain infeksi saluran kemih, vagina kering juga dapat meningkatkan risiko infeksi vagina. Infeksi vagina adalah kondisi di mana jamur atau bakteri berkembang biak di vagina, yang menyebabkan gatal, keputihan, dan ketidaknyamanan. Karena vagina menjadi kurang asam saat mengalami kekeringan, kondisi ini dapat memfasilitasi pertumbuhan jamur dan bakteri yang menyebabkan infeksi.

Namun, penting untuk diingat bahwa vagina kering dan infeksi saluran kemih atau infeksi vagina bukanlah hal yang tidak biasa selama menopause. Banyak wanita mengalami gejala ini karena perubahan hormonal yang terjadi selama periode ini. Untungnya, ada berbagai cara untuk mengatasi masalah ini.

Pertama, konsultasikan dengan dokter Anda untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter dapat meresepkan krim estrogen lokal atau suplemen estrogen untuk membantu mengembalikan kelembaban vagina. Selain itu, menggunakan pelumas selama hubungan seksual juga dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan akibat vagina kering.

Selain itu, menjaga kebersihan yang baik juga sangat penting. Pastikan untuk membersihkan area genital dengan lembut dan menggunakan pakaian dalam yang terbuat dari bahan katun yang dapat menyerap kelembaban. Hindari penggunaan sabun atau produk kimia yang mengiritasi vagina.

Terakhir, mengadopsi gaya hidup sehat juga dapat membantu mengurangi gejala vagina kering dan mengurangi risiko infeksi saluran kemih atau infeksi vagina. Mengonsumsi makanan yang sehat, berolahraga secara teratur, dan menghindari kebiasaan merokok dapat membantu menjaga keseimbangan hormon dan menjaga kesehatan vagina.

Dalam kesimpulan, menopause bisa menyebabkan vagina kering dan meningkatkan risiko infeksi saluran kemih atau infeksi vagina. Namun, dengan perawatan yang tepat dan perubahan gaya hidup yang sehat, banyak wanita dapat mengatasi gejala ini dan menjaga kesehatan vagina mereka selama masa menopause. Jika Anda mengalami gejala yang tidak nyaman, segeralah berkonsultasi dengan dokter Anda untuk mendapatkan saran dan perawatan yang tepat.