Scroll untuk baca artikel
HealthMen

Berpadu Kembali: Membahas Terapi Resinkronisasi Jantung, Jembatan Menuju Kesembuhan Bagi Pasien Gagal Jantung

188
×

Berpadu Kembali: Membahas Terapi Resinkronisasi Jantung, Jembatan Menuju Kesembuhan Bagi Pasien Gagal Jantung

Sebarkan artikel ini
Mengenal Terapi Resinkronisasi Jantung, Cara Pasien Gagal Ja...

Halosenja.com – Mengenal Terapi Resinkronisasi Jantung, Cara Pasien Gagal Jantung Dapat Memperbaiki Kondisinya

Gagal jantung merupakan kondisi yang serius dan dapat mengancam nyawa. Salah satu metode terapi yang dapat membantu pasien dengan gagal jantung adalah terapi resinkronisasi jantung. Terapi ini telah terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas hidup pasien, mengurangi gejala, dan mengurangi risiko kematian. Berikut adalah penjelasan tentang terapi resinkronisasi jantung dan manfaatnya bagi pasien gagal jantung.

Terapi resinkronisasi jantung, juga dikenal sebagai CRT (Cardiac Resynchronization Therapy), adalah prosedur medis yang dilakukan untuk memperbaiki sinkronisasi kontraksi antara bilik kanan dan kiri jantung. Pada pasien dengan gagal jantung, kontraksi jantung tidak sinkron, yang dapat menyebabkan penumpukan darah di dalam jantung dan menyebabkan gejala seperti sesak napas, kelelahan, dan pembengkakan kaki.

Prosedur terapi resinkronisasi jantung melibatkan pemasangan alat yang disebut pacu jantung biventricular. Alat ini terdiri dari tiga elektroda yang ditempatkan di dalam jantung untuk mengirimkan sinyal listrik yang sinkron ke kedua bilik jantung. Sinyal ini membantu meresinkronisasi kontraksi jantung dan meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh.

Terapi resinkronisasi jantung biasanya dilakukan oleh seorang ahli kardiologi atau elektrofisiologi jantung di ruang operasi atau laboratorium kateterisasi. Pasien akan diberikan anestesi lokal sebelum prosedur dimulai. Elektroda pacu jantung akan dimasukkan melalui pembuluh darah di tangan atau kaki dan diposisikan di dalam jantung. Kemudian, pacu jantung akan dihubungkan dengan baterai kecil yang ditempatkan di bawah kulit di dada atau perut pasien.

Setelah terapi resinkronisasi jantung dilakukan, pasien perlu menjalani pemantauan secara teratur untuk memastikan bahwa terapi berfungsi dengan baik dan memperbaiki kondisi jantung mereka. Pemantauan ini melibatkan pemeriksaan rutin dan pemrograman ulang alat pacu jantung oleh ahli kardiologi. Pasien juga perlu melaporkan setiap gejala atau perubahan dalam kondisi mereka kepada dokter mereka.

Terapi resinkronisasi jantung memiliki manfaat yang signifikan bagi pasien dengan gagal jantung. Beberapa manfaat utama meliputi:

1. Meningkatkan kualitas hidup: Pasien yang menjalani terapi resinkronisasi jantung melaporkan peningkatan dalam kemampuan beraktivitas, mengurangi gejala seperti sesak napas, dan peningkatan kualitas tidur.

2. Mengurangi risiko kematian: Studi telah menunjukkan bahwa terapi resinkronisasi jantung dapat mengurangi risiko kematian pada pasien dengan gagal jantung yang parah.

3. Mengurangi jumlah hospitalisasi: Pasien yang menjalani terapi resinkronisasi jantung memiliki kemungkinan lebih kecil untuk mengalami episode gagal jantung yang parah yang memerlukan perawatan di rumah sakit.

4. Memperpanjang harapan hidup: Terapi resinkronisasi jantung telah terbukti dapat memperpanjang harapan hidup pasien dengan gagal jantung yang parah.

Meskipun terapi resinkronisasi jantung memiliki manfaat yang signifikan, tidak semua pasien dengan gagal jantung memenuhi kriteria untuk menjalani terapi ini. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk mengetahui apakah terapi resinkronisasi jantung adalah pilihan yang tepat untuk Anda.

Dalam kesimpulan, terapi resinkronisasi jantung adalah metode terapi yang efektif dan inovatif untuk pasien dengan gagal jantung. Terapi ini membantu memperbaiki sinkronisasi kontraksi jantung dan meningkatkan kualitas hidup serta harapan hidup pasien. Jika Anda atau orang terdekat Anda memiliki gagal jantung, bicarakan dengan dokter tentang terapi resinkronisasi jantung sebagai pilihan perawatan yang mungkin.