Scroll untuk baca artikel
EntertainmentMusic

Meniti Tanah dengan Kaki, Dilarang Terbang Gara-Gara Sakit Gendang Telinga, Kang!

19
×

Meniti Tanah dengan Kaki, Dilarang Terbang Gara-Gara Sakit Gendang Telinga, Kang!

Sebarkan artikel ini
Dilarang Terbang Gara-Gara Sakit Gendang Telinga, Kang

Halosenja.com – Dilarang Terbang Gara-Gara Sakit Gendang Telinga, Kang

Menjelang libur panjang akhir tahun, seorang pria bernama Kang dikejutkan dengan larangan terbang yang diberlakukan oleh maskapai penerbangan. Hal ini disebabkan oleh kondisi sakit gendang telinga yang dialami oleh Kang, sehingga membuatnya tidak dapat melakukan perjalanan udara.

Kang sebenarnya sudah merencanakan perjalanan liburan bersama keluarganya ke Bali untuk merayakan tahun baru. Namun, setelah menjalani pemeriksaan medis rutin, dokter menyatakan bahwa Kang tidak boleh melakukan perjalanan udara selama beberapa bulan karena kondisi sakit gendang telinganya yang cukup parah.

“Saya sangat kecewa dengan larangan terbang ini. Saya sudah menantikan liburan kami bersama keluarga di Bali dan sekarang semuanya harus batal karena sakit gendang telinga ini,” ujar Kang.

Menurut dokter yang menangani Kang, kondisi sakit gendang telinga yang dialami oleh Kang disebabkan oleh gangguan pada saluran telinga yang membuatnya tidak bisa merasakan tekanan udara seperti biasanya. Hal ini bisa menyebabkan rasa sakit yang cukup parah saat melakukan perjalanan udara, terutama saat pesawat lepas landas dan mendarat.

“Kondisi gendang telinga yang sakit bisa mengakibatkan rasa sakit yang hebat saat pesawat naik atau turun. Oleh karena itu, kami menyarankan Kang untuk tidak melakukan perjalanan udara selama beberapa bulan hingga kondisinya benar-benar pulih,” jelas dokter.

Maskapai penerbangan sendiri sebenarnya memiliki kebijakan khusus terkait larangan terbang bagi penumpang yang mengalami kondisi kesehatan tertentu, termasuk sakit gendang telinga. Hal ini dilakukan demi menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang selama penerbangan.

“Sakit gendang telinga memang bisa menjadi masalah serius bagi penumpang pesawat. Oleh karena itu, kami tidak mengizinkan penumpang dengan kondisi ini untuk terbang demi menjaga keselamatan dan kenyamanan mereka selama penerbangan,” ujar perwakilan dari maskapai penerbangan.

Meskipun sangat kecewa dengan larangan terbang ini, Kang menyadari bahwa keselamatan dan kesehatannya lebih penting daripada liburan. Ia pun berusaha untuk memahami dan menerima keputusan yang telah diambil oleh maskapai penerbangan.

“Meskipun sangat sulit bagi saya untuk menerima kenyataan ini, kesehatan dan keselamatan saya memang lebih penting daripada liburan. Saya berharap bisa pulih dengan cepat dan bisa melakukan perjalanan udara lagi di masa mendatang,” tutup Kang.

Dengan semangat yang terus berusaha untuk sembuh, Kang berharap bisa segera pulih dari sakit gendang telinganya sehingga dapat kembali melakukan perjalanan udara bersama keluarganya. Keselamatan dan kesehatan memang harus selalu menjadi prioritas utama, termasuk dalam hal melakukan perjalanan udara. Semoga Kang segera pulih dan dapat kembali menikmati liburan bersama keluarganya di masa mendatang.