Scroll untuk baca artikel
EntertainmentMusic

Kronika Sunburst: Mengupas Urbanisme dan Membebaskan Keresahan Hidup

65
×

Kronika Sunburst: Mengupas Urbanisme dan Membebaskan Keresahan Hidup

Sebarkan artikel ini
Telinga Matahari Lepas EP Urbanisme, Usung Keresahan Hidup di

Halosenja.com – Telinga Matahari Lepas EP Urbanisme, Usung Keresahan Hidup di

Telinga Matahari, band indie yang berasal dari Yogyakarta, baru-baru ini merilis EP Urbanisme yang menyajikan lagu-lagu dengan lirik yang penuh makna. Salah satu lagu yang paling menarik perhatian adalah “Keresahan Hidup di”.

Lagu “Keresahan Hidup di” menggambarkan tentang keresahan hidup yang dirasakan oleh banyak orang di era modern ini. Liriknya yang puitis dan mendalam membuat pendengar terbawa dalam perenungan tentang makna hidup dan tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan wawancara dengan salah satu personel Telinga Matahari, mereka mengatakan bahwa lagu ini diciptakan dengan tujuan untuk menggugah kesadaran masyarakat tentang masalah-masalah sosial yang ada di sekitar mereka. Mereka ingin menyampaikan pesan bahwa hidup bukan hanya tentang kesenangan semata, tetapi juga tentang memahami dan mengatasi keresahan yang ada di sekitar kita.

EP Urbanisme sendiri merupakan karya kolaborasi dari Telinga Matahari dengan beberapa seniman yang berbeda. Mereka ingin menciptakan sesuatu yang lebih dari sekedar musik, melainkan juga sebagai medium untuk menyampaikan pesan-pesan yang penting dan relevan dengan kehidupan masa kini.

Selain lagu “Keresahan Hidup di”, EP Urbanisme juga menyajikan lagu-lagu lain yang tak kalah menarik. Misalnya, lagu “Perjalanan Sunyi” yang menceritakan tentang perjalanan hidup yang kadang-kadang terasa sepi dan sendiri. Liriknya yang introspektif mengajak pendengar untuk merenungkan arti kehadiran mereka di dunia ini.

EP Urbanisme mendapatkan banyak pujian dari kritikus musik dan penggemar. Mereka menganggap album ini sebagai perpaduan yang sempurna antara musik indie dengan pesan-pesan yang kuat. Telinga Matahari berhasil menciptakan karya yang unik dan menarik perhatian banyak orang.

Tidak hanya di Indonesia, EP Urbanisme juga mendapatkan respons positif dari luar negeri. Banyak pendengar dari berbagai negara yang terkesan dengan kualitas musik dan pesan yang disampaikan oleh Telinga Matahari. Hal ini membuktikan bahwa musik indie Indonesia memiliki potensi untuk dikenal di kancah internasional.

Telinga Matahari sendiri merupakan band yang terbentuk pada tahun 2010 di Yogyakarta. Mereka terdiri dari empat orang anggota yang memiliki latar belakang musik yang berbeda-beda. Dalam perjalanan kariernya, mereka telah merilis beberapa album dan EP yang mendapatkan apresiasi yang tinggi.

Dengan merilis EP Urbanisme, Telinga Matahari ingin memberikan pengalaman mendalam kepada pendengar mereka. Mereka ingin mengajak pendengar untuk merenungkan arti hidup dan menemukan solusi atas keresahan yang dirasakan. Dengan musik mereka, Telinga Matahari berharap dapat memberikan inspirasi dan motivasi kepada orang-orang di sekitar mereka.

Telinga Matahari Lepas EP Urbanisme, Usung Keresahan Hidup di telah menjadi sorotan dalam industri musik Indonesia. Mereka berhasil menciptakan karya yang unik dan bermakna, serta mampu menyampaikan pesan-pesan yang penting melalui lagu-lagu mereka. Semoga kehadiran mereka dapat memberikan pengaruh positif bagi masyarakat dan terus menginspirasi para musisi lainnya.