Scroll untuk baca artikel
EntertainmentGosip

Bukan Hanya Sekedar Hobi Makan, Shaloom Razade Mengubah Warteg Menjadi Bisnis Sukses

38
×

Bukan Hanya Sekedar Hobi Makan, Shaloom Razade Mengubah Warteg Menjadi Bisnis Sukses

Sebarkan artikel ini
Berawal Hobi Makan di Warteg, Shaloom Razade Kini Rintis 3

Halosenja.com – Bisnis Kuliner yang Sukses

Berawal dari hobi makan di warteg, seorang pemuda bernama Shaloom Razade berhasil merintis tiga restoran yang sukses. Dalam beberapa tahun terakhir, nama Shaloom Razade telah menjadi sorotan di dunia kuliner Indonesia. Bagaimana tidak, ia berhasil mengubah hobi makan di warteg menjadi sebuah bisnis yang sukses.

Shaloom Razade, seorang pemuda berusia 28 tahun, berasal dari keluarga sederhana di Jakarta. Sejak kecil, Shaloom sudah memiliki ketertarikan yang besar terhadap makanan. Setiap kali pulang sekolah, ia selalu menyempatkan diri untuk makan di warteg di dekat rumahnya. Ia merasa bahwa makanan di warteg memiliki rasa yang autentik dan nikmat.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Shaloom memutuskan untuk mencoba merintis bisnis kuliner. Ia berpikir untuk membuka restoran yang menyajikan masakan ala warteg dengan rasa yang autentik. Dengan tekad yang kuat dan modal yang terbatas, Shaloom akhirnya membuka restoran pertamanya di pusat kota Jakarta.

Restoran pertama Shaloom diberi nama “Warteg Shaloom”. Konsep yang ditawarkan adalah menyajikan masakan ala warteg dengan sentuhan modern. Ia menggunakan bahan-bahan segar dan berkualitas tinggi untuk memastikan rasa yang autentik tetap terjaga. Tidak hanya itu, Shaloom juga memberikan variasi menu yang lebih beragam dibandingkan dengan warteg tradisional. Hal ini membuat restoran Warteg Shaloom menjadi tempat yang populer di kalangan masyarakat Jakarta.

Keberhasilan restoran pertamanya membuat Shaloom semakin termotivasi untuk mengembangkan bisnis kuliner yang ia rintis. Ia kemudian membuka dua restoran lagi dengan konsep yang berbeda. Restoran kedua diberi nama “Nasi Goreng Shaloom” yang menyajikan nasi goreng dengan berbagai pilihan topping dan bumbu. Restoran ketiga diberi nama “Bakmi Shaloom” yang menyajikan mie ayam dengan kuah yang lezat.

Ternyata, konsep yang diusung oleh Shaloom sangat diminati oleh masyarakat. Ketiga restoran yang ia buka selalu ramai pengunjung. Banyak orang yang penasaran dengan rasa unik yang ditawarkan oleh Shaloom. Selain itu, harga yang terjangkau juga menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen.

Keberhasilan Shaloom Razade ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi masyarakat sekitar. Ia berhasil menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi banyak orang. Banyak anak muda yang terinspirasi oleh kesuksesan Shaloom dan tertarik untuk mencoba merintis bisnis kuliner mereka sendiri.

Kisah sukses Shaloom Razade ini menjadi bukti bahwa dengan tekad dan kerja keras, kita bisa meraih impian kita. Hobi makan di warteg yang awalnya hanya menjadi kepuasan pribadi, kini telah menjadi bisnis yang sukses. Shaloom Razade adalah contoh nyata bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika kita mau berusaha.