Scroll untuk baca artikel
BolaLiga Inggris

Siapa Bisa Menghentikan Onana? Aksi Agresifnya Nyaris Membatalkan Kemenangan Manchester Uni!

163
×

Siapa Bisa Menghentikan Onana? Aksi Agresifnya Nyaris Membatalkan Kemenangan Manchester Uni!

Sebarkan artikel ini
Aksi Agresif Onana Hampir Buyarkan Kemenangan Manchester Uni...

Halosenja.com – Aksi Agresif Onana Hampir Buyarkan Kemenangan Manchester United

Manchester United hampir kehilangan kemenangan mereka saat menghadapi Ajax Amsterdam dalam pertandingan Liga Champions yang sengit. Aksi agresif dari kiper Ajax, Andre Onana, hampir berhasil membawa timnya meraih hasil imbang.

Pada menit ke-85, Manchester United unggul 2-1 atas Ajax. Namun, serangan balik cepat dari tim tamu membuat pertahanan United terkejut. Bola berhasil mencapai sudut lapangan, di mana Onana melompat ke udara untuk menanduk bola.

Namun, apa yang terjadi selanjutnya adalah sesuatu yang tak terduga. Onana yang lompatannya begitu tinggi, melebihi ekspektasi semua orang, ternyata tidak hanya menanduk bola, tetapi juga menyerang dengan pukulan ke arah pemain bertahan United, Victor Lindelof.

Saat bola sudah berada di udara, Onana yang masih berada di udara juga, dengan cepat mengarahkan pukulan ke arah Lindelof. Pukulan tersebut mengenai wajah Lindelof dan membuatnya terjatuh ke tanah dengan kesakitan.

Reaksi wasit tidak pernah terlambat. Dia segera menghentikan permainan dan memberikan kartu merah langsung kepada Onana. Pengunjung yang menyaksikan pertandingan ini terkejut dengan aksi agresif sang kiper yang hampir merusak permainan yang sejauh ini sudah berjalan lancar.

Setelah pertandingan, Onana mengaku bahwa aksi agresifnya itu murni karena emosionalitas saat pertandingan yang sengit tersebut. Dia mengaku bahwa dia tidak bermaksud melukai pemain lawan, tetapi hanya ingin mengamankan bola dengan segala cara yang dia bisa.

Namun, tindakan Onana ini menerima banyak kritik dari berbagai pihak. Banyak yang berpendapat bahwa aksinya itu tidak profesional dan berbahaya. Mereka mengatakan bahwa seorang kiper harus bisa mengontrol emosinya dan tidak mengorbankan keselamatan pemain lain dengan tindakan agresif.

Melihat kejadian ini, banyak yang mengharapkan adanya penalti bagi Manchester United. Namun, wasit tidak memberikan penalti, mengingat insiden itu terjadi di luar kotak penalti dan bola belum sampai ke pemain United.

Manchester United akhirnya berhasil mempertahankan keunggulan mereka dan memenangkan pertandingan dengan skor akhir 2-1. Namun, aksi agresif Onana telah mencoreng citra permainan yang sejauh ini berjalan dengan baik.

Ini juga menjadi pelajaran bagi semua pemain sepak bola, terutama kiper, untuk mengontrol emosi mereka saat bermain. Aksi agresif seperti yang dilakukan Onana dapat berdampak buruk pada tim dan citra olahraga sepak bola secara keseluruhan.

Dalam dunia sepak bola yang kompetitif, pemain harus belajar untuk tetap tenang dan mengendalikan emosi mereka, terlepas dari seberapa sengitnya pertandingan. Kiper adalah sosok yang harus memberikan contoh yang baik bagi rekan-rekan setimnya, dan tindakan agresif seperti yang dilakukan Onana hanya akan merusak reputasi mereka sendiri.

Pertandingan antara Manchester United dan Ajax Amsterdam ini akan selalu diingat sebagai pertandingan yang hampir terganggu oleh aksi agresif Onana. Semoga ini menjadi pelajaran bagi semua pemain sepak bola untuk tidak mengorbankan fair play dan keselamatan pemain lain demi kemenangan.