Scroll untuk baca artikel
BisnisKeuangan

Mafias Beras dan Kenaikan Harga: Kisah Tragis Jutaan Beras Impor yang Gagal Membantu Rakyat

15
×

Mafias Beras dan Kenaikan Harga: Kisah Tragis Jutaan Beras Impor yang Gagal Membantu Rakyat

Sebarkan artikel ini
Jelang Natal dan Tahun Baru, Stok Beras RI Aman?

Halosenja.com – Jutaan Beras Impor Tak Mampu Atasi Kenaikan Harga

Kenaikan harga beras menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Indonesia dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini dipicu oleh berbagai faktor, salah satunya adalah impor beras yang dilakukan pemerintah. Meskipun jutaan ton beras impor telah masuk ke Indonesia, namun kenaikan harga beras tetap tidak terbendung.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), harga beras di pasar tradisional naik sebesar 30% dalam setahun terakhir. Hal ini tentu menjadi beban bagi masyarakat yang mayoritas masih mengandalkan beras sebagai sumber karbohidrat utama. Walaupun pemerintah telah mengimpor jutaan ton beras, namun kenaikan harga masih tidak terbendung.

Sebagian masyarakat berspekulasi bahwa impor beras tidak mampu menyelesaikan masalah kenaikan harga. Salah satu alasan yang disebutkan adalah kualitas beras impor yang kurang memuaskan. Banyak dari beras impor yang masuk ke Indonesia memiliki kadar air yang tinggi, sehingga mudah mengalami kerusakan dan memiliki umur simpan yang pendek.

Selain itu, biaya impor yang tinggi juga menjadi faktor utama yang mempengaruhi kenaikan harga beras di pasaran. Proses impor yang melibatkan berbagai pihak seperti produsen, distributor, dan pedagang membuat harga beras menjadi semakin tinggi. Kendala infrastruktur dan logistik juga turut berperan dalam mengerek harga beras di pasar.

Para ahli ekonomi pun memberikan pandangan terkait masalah ini. Mereka menilai bahwa impor beras seharusnya diikuti dengan langkah-langkah yang lebih komprehensif, seperti peningkatan produksi dalam negeri dan pengembangan varietas beras yang lebih tahan terhadap cuaca ekstrem. Tanaman padi yang lebih tahan terhadap bencana alam seperti banjir dan kekeringan diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor beras.

Tak hanya itu, peningkatan kualitas petani dan infrastruktur pertanian juga dianggap sebagai langkah penting untuk mengatasi masalah kenaikan harga beras. Pelatihan dan pendampingan untuk petani diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam bercocok tanam. Sementara itu, peningkatan infrastruktur seperti irigasi dan jalan usaha tani diharapkan dapat mempermudah distribusi hasil pertanian ke pasar.

Meskipun upaya telah dilakukan untuk menstabilkan harga beras, namun kenyataannya harga beras terus merangkak naik dan menjadi beban bagi masyarakat. Kebutuhan pangan yang mendasar membuat kenaikan harga beras menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat luas. Di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, harga beras yang tinggi menjadi tantangan ekstra bagi masyarakat Indonesia.

Dalam beberapa waktu ke depan, diharapkan pemerintah dapat mengambil langkah-langkah yang lebih strategis untuk mengatasi kenaikan harga beras. Kolaborasi antara pemerintah, petani, dan pelaku usaha di sektor pertanian diharapkan dapat memberikan solusi yang lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia. Semoga dengan adanya kerja sama yang baik, masalah kenaikan harga beras dapat segera teratasi dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya.