Scroll untuk baca artikel
BisnisKeuangan

Transformasi Luar Biasa: Pertamina Group Mengubah Limbah Minyak Menjadi Energi Hijau, Menuju Masa Depan Berkelanjutan

156
×

Transformasi Luar Biasa: Pertamina Group Mengubah Limbah Minyak Menjadi Energi Hijau, Menuju Masa Depan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Transisi Energi jadi Tantangan Negara ASEAN, Termasuk

Halosenja.com – Pertamina Group Ubah Limbah Minyak Menjadi Energi Hijau

Pertamina Group, perusahaan energi terkemuka di Indonesia, telah mengambil langkah inovatif untuk mengubah limbah minyak menjadi energi hijau. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk mengurangi dampak negatif industri minyak terhadap lingkungan.

Dalam beberapa dekade terakhir, limbah minyak telah menjadi masalah serius di seluruh dunia. Minyak yang bocor dari sumur-sumur minyak atau kapal tanker dapat mencemari air dan tanah, mengancam kehidupan laut dan lingkungan sekitarnya. Selain itu, limbah minyak juga dapat menyebabkan polusi udara yang berdampak negatif pada kualitas udara yang kita hirup setiap hari.

Pertamina Group menyadari bahwa langkah inovatif harus diambil untuk mengatasi masalah ini. Sebagai perusahaan energi terbesar di Indonesia, mereka memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. Oleh karena itu, mereka telah mengembangkan teknologi yang dapat mengubah limbah minyak menjadi energi hijau yang ramah lingkungan.

Proses ini dimulai dengan pengumpulan limbah minyak dari berbagai sumber, seperti sumur-sumur minyak, kapal tanker, dan pabrik pengolahan minyak. Limbah ini kemudian diolah dan dimurnikan untuk menghilangkan kontaminan dan zat berbahaya lainnya. Setelah itu, limbah minyak yang telah dimurnikan akan dimasukkan ke dalam reaktor khusus yang menggunakan teknologi pirolisis.

Teknologi pirolisis adalah proses penguraian bahan organik dengan pemanasan dalam kondisi tanpa oksigen. Dalam proses ini, limbah minyak akan dipanaskan pada suhu tinggi, menyebabkan molekul minyak terurai menjadi gas dan cairan. Gas yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif untuk menggantikan bahan bakar fosil, seperti gas alam atau minyak bumi. Cairan yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan baku untuk produk-produk kimia, seperti plastik atau pelumas.

Salah satu keuntungan besar dari teknologi ini adalah bahwa ia dapat mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil. Dengan mengubah limbah minyak menjadi energi hijau, Pertamina Group dapat membantu mengurangi jejak karbon perusahaan dan negara.

Selain itu, penggunaan limbah minyak sebagai bahan bakar alternatif juga dapat membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil impor. Indonesia, sebagai produsen minyak terbesar di Asia Tenggara, memiliki potensi besar untuk menghasilkan energi hijau dari limbah minyak. Dengan mengoptimalkan potensi ini, Pertamina Group dapat memperkuat kedaulatan energi negara dan mengurangi pengeluaran untuk impor bahan bakar fosil.

Langkah inovatif Pertamina Group ini telah mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Para ahli lingkungan memuji upaya perusahaan dalam mengatasi masalah limbah minyak dan menghasilkan energi hijau. Pemerintah Indonesia juga memberikan dukungan penuh untuk langkah ini, dengan mengeluarkan kebijakan dan regulasi yang mendukung pengembangan teknologi ini.

Dalam jangka panjang, Pertamina Group berharap dapat mengembangkan teknologi ini secara lebih luas dan menerapkannya di seluruh industri minyak di Indonesia. Dengan demikian, limbah minyak tidak lagi menjadi masalah yang merugikan lingkungan, tetapi dapat menjadi sumber energi hijau yang berkelanjutan.