Scroll untuk baca artikel
BisnisMakro

PLTU Batu Bara RI Siap Melompati Era Low-Carbon, Didukung oleh ADB

57
×

PLTU Batu Bara RI Siap Melompati Era Low-Carbon, Didukung oleh ADB

Sebarkan artikel ini
PLTU Batu Bara RI Bersiap Disuntik Mati, ADB Beri Dukungan

Halosenja.com – PLTU Batu Bara RI Bersiap Disuntik Mati, ADB Beri Dukungan

PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Batu Bara di Indonesia sedang bersiap untuk dihentikan secara bertahap, setelah Asian Development Bank (ADB) memberikan dukungan untuk beralih ke sumber energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan.

Pada tanggal 15 September 2021, ADB mengumumkan bahwa mereka akan memberikan pinjaman sebesar $600 juta kepada Pemerintah Indonesia untuk membantu dalam transisi dari energi batu bara menuju energi terbarukan. Pinjaman ini akan digunakan untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya dan pembangkit listrik tenaga angin di beberapa lokasi strategis di Indonesia.

Keputusan ini merupakan langkah maju yang signifikan dalam upaya Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan melindungi lingkungan. PLTU Batu Bara telah lama menjadi sumber utama emisi gas rumah kaca di negara ini, menyumbang sekitar 60% dari total emisi gas rumah kaca di sektor energi.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah melakukan upaya besar untuk mengurangi ketergantungan pada energi batu bara dan beralih ke sumber energi terbarukan. Namun, transisi ini membutuhkan investasi yang besar dan dukungan dari lembaga keuangan internasional seperti ADB.

Dengan dukungan ADB, Indonesia dapat mempercepat peralihan ke energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada batu bara. Pembangkit listrik tenaga surya dan angin yang akan dibangun dengan bantuan pinjaman ini diharapkan dapat menghasilkan sekitar 1.200 megawatt (MW) energi terbarukan, mengurangi emisi sebanyak 1,4 juta ton karbon dioksida setiap tahunnya.

Selain mengurangi emisi gas rumah kaca, peralihan ke energi terbarukan juga akan memberikan manfaat ekonomi. Pembangunan infrastruktur energi terbarukan akan menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan ekonomi lokal di daerah-daerah yang memiliki potensi energi terbarukan.

Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan kebijakan yang mendukung pengembangan energi terbarukan, termasuk program Feed-in Tariff (FiT) yang memberikan insentif kepada produsen energi terbarukan. Transisi ini juga sejalan dengan tujuan Indonesia untuk meningkatkan kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi nasional hingga 23% pada tahun 2025.

Namun, ada beberapa tantangan yang perlu diatasi dalam peralihan ini. Salah satunya adalah infrastruktur yang masih terbatas di beberapa daerah terpencil di Indonesia. Untuk mengatasi hal ini, ADB juga akan memberikan dukungan teknis dan kapasitas kepada pemerintah Indonesia dalam mengembangkan infrastruktur energi terbarukan.

Dengan adanya dukungan dari ADB, diharapkan peralihan dari PLTU Batu Bara menuju energi terbarukan dapat dilakukan dengan sukses. Indonesia akan semakin dekat dengan tujuan mengurangi emisi gas rumah kaca dan melindungi lingkungan untuk generasi mendatang.

PLTU Batu Bara RI bersiap disuntik mati, namun dengan dukungan ADB, Indonesia akan mampu beralih ke energi terbarukan yang lebih bersih dan ramah lingkungan. Ini adalah langkah besar dalam transisi energi yang akan memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan yang signifikan. Semoga peralihan ini dapat berlangsung dengan sukses dan menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam upaya mereka untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan melindungi bumi kita.