Scroll untuk baca artikel
BisnisMakro

Harga Beras Ugal-ugalan: Ombudsman Wanti-wanti Bapanas Soal Kepentingan Rakyat

133
×

Harga Beras Ugal-ugalan: Ombudsman Wanti-wanti Bapanas Soal Kepentingan Rakyat

Sebarkan artikel ini
Pak Jokowi!  Harga Beras Tembus Level Tertinggi, Orang Miskin

Halosenja.com – Harga Beras Ugal-ugalan, Ombudsman Wanti-wanti Bapanas Soal

Jakarta – Harga beras di pasaran belakangan ini menjadi perhatian publik. Bukan hanya karena fluktuasi harga yang tinggi, tetapi juga karena fenomena unik yang muncul, yaitu beras ugal-ugalan. Ombudsman Republik Indonesia pun angkat bicara terkait hal ini, dengan memberikan peringatan kepada Badan Pengawasan Pangan dan Obat-obatan Nasional (Bapanas).

Beras ugal-ugalan merupakan beras yang dijual secara bebas tanpa melalui jalur distribusi resmi. Biasanya, beras ini dijual di pasar-pasar tradisional atau melalui pengecer yang tidak memiliki izin usaha. Harga beras ugal-ugalan ini lebih murah, namun kualitasnya seringkali dipertanyakan.

Ombudsman Republik Indonesia menyoroti fenomena ini karena berpotensi merugikan konsumen. Banyak konsumen yang tertarik untuk membeli beras dengan harga yang lebih murah, namun tidak menyadari risikonya. Kualitas beras ugal-ugalan seringkali tidak terjamin, bahkan dapat mengandung bahan kimia berbahaya.

Bapanas, sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas pengawasan pangan dan obat-obatan, mendapatkan peringatan dari Ombudsman terkait masalah ini. Ombudsman menekankan pentingnya peran Bapanas dalam melindungi konsumen dari produk pangan yang tidak aman. Bapanas diminta untuk melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap beras ugal-ugalan dan penjualnya.

Selain itu, Ombudsman juga mengingatkan para konsumen untuk lebih bijak dalam memilih beras. Meskipun harga beras ugal-ugalan lebih murah, namun kualitas dan keamanannya harus menjadi pertimbangan utama. Konsumen disarankan untuk membeli beras dari tempat yang terpercaya, seperti supermarket atau toko beras yang memiliki izin usaha.

Fenomena harga beras ugal-ugalan ini juga menjadi perhatian pemerintah. Kementerian Pertanian berencana untuk melakukan pengawasan yang lebih intensif terhadap pasar beras. Mereka akan bekerja sama dengan Bapanas dan instansi terkait lainnya untuk menindak tegas penjual beras ugal-ugalan yang tidak mengikuti aturan.

Pemerintah juga akan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memilih beras yang aman dan berkualitas. Mereka akan menyampaikan informasi mengenai cara membedakan beras ugal-ugalan dengan beras yang dijual secara resmi, serta risiko yang dapat ditimbulkan jika mengonsumsi beras ugal-ugalan.

Melalui langkah-langkah ini, diharapkan fenomena harga beras ugal-ugalan dapat dikendalikan dan tidak merugikan konsumen. Ombudsman Republik Indonesia berharap Bapanas dapat menjalankan tugasnya dengan baik dalam melindungi konsumen dari produk pangan yang tidak aman. Konsumen juga diharapkan dapat lebih bijak dalam memilih beras, sehingga dapat memastikan kualitas dan keamanannya.