Scroll untuk baca artikel
BisnisMakro

Bos Pertamina Mengguncang Pasar dengan Rencana Menghapus Pertalite, Sementara Jokowi Mengaku Tidak Mendapat Informasi

92
×

Bos Pertamina Mengguncang Pasar dengan Rencana Menghapus Pertalite, Sementara Jokowi Mengaku Tidak Mendapat Informasi

Sebarkan artikel ini
Bos Pertamina Mau Hapus Pertalite, Jokowi Ngaku Belum Tahu

Halosenja.com – Bos Pertamina Mau Hapus Pertalite, Jokowi Ngaku Belum Tahu

Jakarta – Kabar mengejutkan datang dari PT Pertamina (Persero), perusahaan energi negara. Bos Pertamina, Nicke Widyawati, mengumumkan rencananya untuk menghapus salah satu produk bensin unggulan mereka, yaitu Pertalite. Keputusan ini menuai kontroversi dan membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku belum tahu apa-apa.

Pertalite, bensin dengan oktan 90, diperkenalkan oleh Pertamina pada tahun 2016 sebagai alternatif bagi masyarakat yang ingin menggunakan bensin berkualitas lebih tinggi daripada Premium. Produk ini segera mendapatkan sambutan positif dari konsumen karena harga yang lebih terjangkau dibandingkan bensin dengan oktan lebih tinggi, seperti Pertamax.

Namun, keputusan untuk menghapus Pertalite muncul sebagai kejutan karena produk ini telah menjadi pilihan populer bagi banyak pengguna kendaraan di Indonesia. Bos Pertamina, Nicke Widyawati, mengungkapkan alasan di balik keputusan tersebut dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta.

Menurut Widyawati, keputusan ini didasarkan pada alasan strategis dan ekonomi. Dia menjelaskan bahwa Pertalite tidak memberikan keuntungan yang signifikan bagi Pertamina. Selain itu, perusahaan ingin fokus pada pengembangan produk bensin dengan oktan lebih tinggi, seperti Pertamax Turbo.

Pernyataan ini langsung menuai kekhawatiran dari berbagai pihak, termasuk konsumen dan pemilik kendaraan di Indonesia. Banyak yang menganggap Pertalite sebagai pilihan terbaik mereka karena harga yang terjangkau dan kualitas yang baik. Mereka khawatir bahwa penghapusan Pertalite akan mengarah pada kenaikan harga bensin yang signifikan.

Presiden Jokowi sendiri mengaku belum tahu tentang rencana ini. Saat ditanya wartawan mengenai penghapusan Pertalite, Jokowi mengatakan bahwa ini adalah keputusan internal Pertamina dan dia belum mendapatkan informasi terkait hal ini.

Namun, Jokowi menegaskan bahwa pemerintah akan memastikan bahwa keputusan ini tidak akan merugikan masyarakat. Dia menyatakan bahwa pemerintah akan memastikan pasokan bensin yang cukup dan harga yang stabil bagi masyarakat.

Sebagai tanggapan atas rencana ini, beberapa anggota DPR dan organisasi konsumen telah mengkritik keputusan Pertamina. Mereka meminta Pertamina untuk mempertimbangkan kembali keputusan tersebut dan melibatkan semua pihak terkait dalam proses pengambilan keputusan.

Pertamina, sebagai perusahaan energi negara yang memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat, harus mempertimbangkan efek dari penghapusan Pertalite. Selain itu, perusahaan juga perlu memastikan transparansi dalam pengambilan keputusan dan melibatkan semua pihak terkait.

Keputusan untuk menghapus Pertalite masih dalam tahap perencanaan dan Pertamina diharapkan untuk memberikan klarifikasi lebih lanjut mengenai langkah ini. Dalam situasi ini, penting bagi Pertamina dan pemerintah untuk mendengarkan suara konsumen dan mempertimbangkan dampak dari keputusan ini terhadap masyarakat dan perekonomian secara keseluruhan.