Scroll untuk baca artikel
BisnisMakro

Rahasia Tersembunyi: 97% Pekerja di Industri Hasil Tembakau di Jatim adalah Kaum

147
×

Rahasia Tersembunyi: 97% Pekerja di Industri Hasil Tembakau di Jatim adalah Kaum

Sebarkan artikel ini
97% Pekerja di Industri Hasil Tembakau di Jatim adalah Kaum

Halosenja.com – laki-laki.

Pada hari ini, kami akan membahas sebuah fakta unik yang mungkin belum banyak diketahui oleh masyarakat. Menurut sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), 97% pekerja di industri hasil tembakau di Jawa Timur (Jatim) adalah kaum laki-laki.

Temuan ini mengejutkan karena industri hasil tembakau umumnya dianggap sebagai salah satu sektor pekerjaan yang terbuka untuk semua jenis kelamin. Namun, data dari BPS menunjukkan bahwa dominasi laki-laki dalam industri ini sangat mencolok.

Sebagai provinsi dengan industri hasil tembakau terbesar di Indonesia, Jatim memiliki ribuan pekerja yang bekerja di berbagai bidang industri tersebut, mulai dari perkebunan tembakau, pabrik pengolahan tembakau, hingga penjualan hasil tembakau.

Dalam penelitian ini, BPS mengumpulkan data dari berbagai perusahaan dan pabrik tembakau di Jatim. Mereka menemukan bahwa hanya sekitar 3% dari total pekerja di industri ini adalah perempuan. Ini menunjukkan bahwa industri hasil tembakau masih dianggap sebagai pekerjaan yang lebih cocok bagi laki-laki daripada perempuan.

Alasan di balik dominasi laki-laki dalam industri ini dapat bervariasi. Salah satunya adalah anggapan bahwa pekerjaan di industri hasil tembakau membutuhkan kekuatan fisik yang lebih tinggi, seperti mengangkat bahan baku tembakau yang berat atau bekerja di kondisi lingkungan yang keras.

Selain itu, peran tradisional gender juga dapat mempengaruhi distribusi pekerja di industri ini. Di banyak masyarakat di Jatim, masih ada pandangan bahwa pekerjaan di industri hasil tembakau lebih cocok untuk laki-laki, sementara perempuan lebih diharapkan untuk mengurus rumah tangga dan keluarga.

Namun, perlu ditekankan bahwa tidak semua perempuan di Jatim tidak tertarik atau tidak mampu bekerja di industri hasil tembakau. Data BPS menunjukkan bahwa sebagian besar perempuan di Jatim bekerja di sektor lain seperti perdagangan, jasa, atau industri lainnya.

Selain itu, beberapa upaya telah dilakukan untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam industri ini. Beberapa perusahaan tembakau di Jatim telah meluncurkan program pelatihan dan perekrutan khusus untuk perempuan, dengan harapan dapat meningkatkan jumlah pekerja perempuan di industri ini.

Dalam rangka mewujudkan kesetaraan gender di industri hasil tembakau di Jatim, penting bagi masyarakat dan pemerintah untuk terus mendukung dan mendorong perempuan untuk bekerja di industri ini. Selain itu, stigma dan stereotip gender yang menghalangi partisipasi perempuan dalam industri ini juga perlu diatasi.

Dengan adanya pemahaman yang lebih baik tentang peran perempuan dalam industri hasil tembakau, diharapkan dapat tercipta kesempatan yang lebih adil bagi semua individu, tanpa memandang jenis kelamin.