Scroll untuk baca artikel
BisnisKeuangan

From Football Success to Legal Woes: Former Manchester City Owner Faces Imprisonment

130
×

From Football Success to Legal Woes: Former Manchester City Owner Faces Imprisonment

Sebarkan artikel ini
Eks Pemilik Manchester City Terancam Dipenjara Gara-gara

Halosenja.com – pelanggaran finansial

Eks pemilik Manchester City, Thaksin Shinawatra, terancam dipenjara akibat pelanggaran finansial yang dilakukannya. Thaksin, seorang pengusaha asal Thailand, membeli klub sepak bola tersebut pada tahun 2007 dan menjadi pemiliknya selama beberapa tahun sebelum akhirnya menjualnya.

Namun, pada tahun 2021, Thaksin dijatuhi vonis bersalah oleh pengadilan Thailand atas tuduhan pencucian uang dan penyalahgunaan kekuasaan. Menurut laporan, Thaksin telah menggunakan kekuasaannya sebagai Perdana Menteri Thailand untuk keuntungan pribadinya sendiri dan keluarganya.

Selain itu, Thaksin juga dituduh melakukan tindakan korupsi dalam bisnisnya sebagai pengusaha. Dia diduga melakukan penggelapan pajak, penipuan, dan manipulasi keuangan dalam skala besar. Hal ini mengakibatkan kerugian finansial yang signifikan bagi negara Thailand.

Akibat pelanggaran-pelanggaran tersebut, Thaksin dijatuhi vonis penjara selama 10 tahun dan denda sebesar 1 miliar baht (sekitar 44 juta dolar AS). Namun, sejauh ini Thaksin masih berada di luar negeri dan masih mencoba menghindari penangkapan.

Kasus hukum Thaksin ini menjadi perhatian publik, terutama di dunia sepak bola. Sebagai eks pemilik Manchester City, Thaksin memiliki pengaruh yang besar dalam perkembangan klub tersebut. Dia berhasil membawa Manchester City meraih beberapa gelar juara dan mengubah klub menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan di Premier League.

Namun, keberhasilan Thaksin dalam membangun Manchester City ternyata dibayangi oleh tindakan kriminal yang dilakukannya. Pelanggaran finansial yang dilakukan olehnya tidak hanya merugikan negara Thailand, tetapi juga mencoreng nama baik klub sepak bola yang pernah ia miliki.

Kasus Thaksin ini juga menjadi peringatan bagi klub-klub sepak bola lainnya untuk lebih berhati-hati dalam memilih pemilik klub. Klub sepak bola adalah aset berharga bagi suatu negara atau kota, dan pemilik klub harus bertanggung jawab atas tindakan mereka.

Dalam beberapa tahun terakhir, terdapat beberapa kasus pemilik klub sepak bola yang terlibat dalam skandal keuangan atau tindakan kriminal lainnya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran regulasi dan pengawasan yang ketat dalam dunia sepak bola.

Diharapkan, kasus hukum Thaksin ini dapat menjadi pelajaran bagi klub-klub sepak bola lainnya untuk lebih selektif dalam memilih pemilik klub. Tidak hanya keberhasilan di lapangan yang harus menjadi pertimbangan, tetapi juga integritas dan reputasi pemilik klub tersebut.

Kasus Thaksin juga menegaskan pentingnya penegakan hukum yang adil dan tegas terhadap pelanggaran finansial dan tindakan kriminal dalam dunia sepak bola. Hal ini bertujuan untuk menjaga integritas dan keberlanjutan olahraga yang begitu dicintai oleh jutaan orang di seluruh dunia.