Scroll untuk baca artikel
BisnisKeuangan

Dari Kekhawatiran Menjadi Keberanian: Desa Mundu di Klaten Mengandalkan Biogas untuk Menghadapi Krisis Energi

160
×

Dari Kekhawatiran Menjadi Keberanian: Desa Mundu di Klaten Mengandalkan Biogas untuk Menghadapi Krisis Energi

Sebarkan artikel ini
Andalkan Biogas, Warga Desa Mundu di Klaten Tak Panik Saat E...

Halosenja.com – Andalkan Biogas, Warga Desa Mundu di Klaten Tak Panik Saat Elpiji Langka

Klaten, Jawa Tengah – Warga Desa Mundu di Klaten, Jawa Tengah, tidak panik saat langkanya elpiji di pasaran. Mereka telah mengandalkan biogas sebagai sumber energi alternatif untuk memasak dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Desa Mundu di Klaten terkenal dengan kegiatan pertanian dan peternakan yang cukup maju. Warga di sana memiliki berbagai hewan ternak seperti sapi, ayam, dan kambing. Namun, mereka juga menyadari bahwa penggunaan kayu bakar dan minyak tanah sebagai sumber energi dapat merusak lingkungan dan menghabiskan sumber daya alam.

Seiring dengan perkembangan teknologi, warga Desa Mundu memanfaatkan biogas sebagai solusi untuk masalah ini. Mereka membangun instalasi biogas di setiap rumah yang terhubung dengan kandang ternak. Proses pengolahan limbah ternak menjadi biogas dilakukan dengan menggunakan sistem anaerobik, di mana bakteri akan menguraikan bahan organik dalam kondisi tanpa oksigen.

Biogas yang dihasilkan dari proses ini kemudian digunakan sebagai sumber energi untuk memasak. Warga menggunakan kompor biogas yang sudah disediakan di setiap rumah untuk memasak makanan sehari-hari. Selain itu, biogas juga dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk penerangan.

Salah satu warga, Budi Santoso, mengatakan bahwa penggunaan biogas sangat menguntungkan bagi mereka. Selain dapat menghemat pengeluaran untuk membeli elpiji, penggunaan biogas juga ramah lingkungan. “Kami tidak perlu khawatir lagi saat elpiji langka di pasaran. Biogas sudah menjadi andalan kami untuk memasak dan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, warga Desa Mundu telah berhasil mengurangi penggunaan elpiji hingga 80% berkat penggunaan biogas. Mereka juga merasa lebih aman karena tidak perlu khawatir tentang pasokan elpiji yang langka atau harga yang terus naik.

Tidak hanya itu, penggunaan biogas juga memberikan manfaat lain bagi warga Desa Mundu. Proses pengolahan limbah ternak menjadi biogas mengurangi polusi udara dan air yang dihasilkan dari limbah tersebut. Selain itu, limbah yang dihasilkan dari proses pembuatan biogas dapat digunakan sebagai pupuk organik yang berguna untuk pertanian.

Kepala Desa Mundu, Siti Maryam, mengatakan bahwa pemerintah desa sangat mendukung penggunaan biogas sebagai sumber energi alternatif. Mereka memberikan bantuan dan pelatihan kepada warga untuk membangun instalasi biogas di rumah mereka. “Kami berharap penggunaan biogas ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain untuk mengurangi ketergantungan terhadap elpiji dan sumber energi fosil lainnya,” katanya.

Dengan mengandalkan biogas sebagai sumber energi, warga Desa Mundu di Klaten telah menunjukkan bahwa solusi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka tidak lagi panik saat elpiji langka di pasaran dan bahkan telah berhasil mengurangi penggunaan energi fosil yang merusak lingkungan.